-->
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Metode Penjadwalan Proyek Konstruksi

09 November 2020

1.BAGAN BALOK (BARCHART)

Barchart ditemukan oleh Gantt dan Fredick W. Tailor dalam bentuk bagan balok, dengan panjang balok sebagai representasi dari durasi setiap kegiatan. Format bagan baloknya informatif, mudah dibaca dan efektif untuk dikomunikasi serta dapat dibuat dengan mudah dan sederhana. Bagan balok terdiri atas sumbu-Y yang dinyatakan kegiatan atau paket kerja dari lingkup proyek, sedangkan sumbu-X menyatakan satuan waktu dalam hari, minggu, atau bulan sebagai durasi. Pada bagan ini juga dapat ditentukan Milestone / Baseline sebagai bagian target yang harus diperhatikan guna kelancaran produktifitas proyek secara keseluruhan. Untuk proses updating, bagan balok dapat diperpendek atau diperpanjang dengan memperhatikan total floatnya, yang menunjukan bahwa durasi kegiatan akan bertambah atau berkurang sesuai kebutuhan dalam perbaikan jadwal. Penyajian informasi bagan balok agak terbatas, misal hubungan antar kegiatan tidak jelas dan lintasan kritis kegiatan proyek tidak dapat diketahui. Karena urutan kegiatan kurang terinci, maka bila terjadi keterlambatan proyek, prioritas kegiatan yang akan dikoreksi menjadi sukar untuk dilakukan.


2. KURVA S ATAU HANUMM CURVE

Kurva s adalah sebuah ghrafik yang dikembangkan oleh Warren T. Hanumm atas dasar pengamatan terhadap sejumlah besar proyek sejak awal hingga akhir proyek. Kurva S dapat menunjukan kemajuan proyek berdasarkan kegiatan, waktu dan bobot pekerjaan yang direpresentasikan sebagai persentase kumulatif dari seluruh kegiatan proyek. Visualisasi Kurva S dapat memberikan informasi mengenai kemajuan proyek dengan membandingkannya terhadap jadwal rencana. Dari sinilah diketahui apakah ada keterlambatan atau percepatan jadwal proyek. Indikasi tersebut dapat menjadi informasi awal guna melakukan tindakan koreksi dalam proses pengendalian jadwal. Tetapi informasi tersebut tidak detail dan hanya terbatas untuk menilai kemajuan proyek. Perbaikan lebih lanjut dapat menggunakan metode lain hyang dikombinasikan, misal dengan metode bagan balok yang dapat digeser –geser dan network plaining dengan memperbaharui suber daya maupun waktu pada masing – masing kegiatan. Untuk membuat kurva S, jumlah persentase kumulatif bobot masing – masing kegiatan pada suatu periode diantara durasi proyek diplotkanterhadap sumbu vertikal sehingga bila hasilnya dihubungkan dengan garis, akan membentuk kurva S. Bentuk demikian terjadi volume kegiatan pada bagian awal biasanya masih sedikit, kemudian pada pertengahan meningkat dalam jumlah cukup besar, lalu pada akhir proyek volume kegiatan kembali mengecil. Untuk menentukan bobot pekerjaan, pendekatan yang dilakukan dapat berupa perhitungan persentase berdasarkan biaya per item pekerjaan / kegiatan dibagi nilai anggaran, karena satuan biaya dapat dijadikan bentuk persentase sehingga lebih mudah untuk menghitungnya.

Perbedaan Bagan Balok (Barchart) dan Kurva S

Bagan Balok (Barchart)

Kurva S

Penggambaran pada bar chart terdiri dari kolom dan baris. Pada kolom terdapat urutan kegiatan yang disusun secara berurutan. Pada baris menggambarkan periode waktu yang dapat berupa jam, hari, mingguan, ataupun bulanan. Penggambaran bar (batang) pada setiap baris kegiatan untuk menunjukkan waktu mulai dan waktu selesainya kegiatan

Kurva S merupakan gambaran diagram persen kumulatif biaya yang diplot pada suatu sumbu koordinat dimana sumbu absis (X) menyatakan waktu sepanjang masa proyek dan sumbu (Y) menyatakan nilai persen kumulatif biaya selama masa proyek tersebut. Kurva S merupakan salah satu metode perencanaan pengendalian biaya yang sangat lazim digunakan pada suatu proyek. Kurva S secara grafis adalah penggambaran kemajuan kerja (bobot) kumulatif pada sumbu vertikal terhadap waktu pada sumbu horizontal


Kelebihan dan Kekurangan Bagan Balok (Barchart) dan Kurva S

Kelebihan Bagan Balok (Barchart) :

  • Informatif, mudah dibaca dan efektif untuk komunikasi serta dapat dibuat dengan mudah dan sederhana.
  • Bagan balok ini juga dapat ditentukan milestone sebagai bagian target yang harus diperhatikan guna kelancaran produktifitas proyek secara keseluruhan
  • Pada proses updating, bagan balok dapat diperpendek atau diperpanjang yang menunjukkan bahwa durasi kegiatan akan bertambah atau berkurang sesuai kebutuhan dalam proses perbaikan jadwal.
Kekurangan Bagan Balok (Barchart) :
  • Penyajian informasi bagan balok terbatas, maksudnya hubungan antar kegiatan tidak jelas
  • Lintasan kritis kegiatan proyek tidak dapat diketahui, karena urutan kegiatan kurang terinci maka bila terjadi keterlambatan proyek, prioritas kegiatan yang akan dikoreksi menjadi sulit untuk dilakukan.

Kelebihan Kurva S :

  • Kurva S dapat menunjukan kemajuan proyek berdasarkkan kegiatan, waktu dan bobot pekerjaan yang dipresentasikan sebagai persentasi kumulatif dari seluruh kegiatan proyek
  • Visualisasi kurva S dapat memberikan informasi mengenai kemajuan proyek dengan membandingkannya terhadap jadwal rencana. Dari sinilah diketahui apakah ada keterlambatan atau percepatan jadwal proyek indikasi tersebut dapat menjadi informasi awal guna melakukan tindakan koreksi dalam proses pengendalian jadwal

 Kekurangan Bagan Balok (Barchart) :

  • Informasi yang disampaikan tidak detail dan hanya terbatas untuk menilai kemajuan proyek namun untuk memperbaiki atau memperbaharui sumber daya ataupun waktu pada masing-masing kegiatan proyel memerlukan metoda yang lain.

Perencanaan Pengadaan

08 April 2020


A. Pengertian Pengadaan

Menurut gunawan, (1996:135) mengatakan bahwa pengadaan sarana dan prasarana adalah segala kegiatan untuk menyediakan semua keperluan barang, benda dan jasa bagi keperluan pelaksanaan tugas. Sedangkan menurut daryanto, (2001:51) bahwa prasarana berdasarkan etimologi berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan pendidikan.
Menurut Nawawi, (1993:63) mengatakan bahwa usaha pengadaan sarana prasarana yang dibutuhkan sehingga dapat digunakan secara tepat, memerlukan dan mengembangkan  sejumlah dana, komunikasi yang cepat dan tepat dalan kebutuhan peralatan dapat memungkinkan disusunnya perencanaan yang lengkap.
Secara ringkas maksud dari pengadaan itu sesuai dengan yang dinyatakan dalam Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003 tentang pedoman pengadaan barang dan jasa pemerintahan yakni menyatakan  “Pengadaan barang/jasa pemerintah adalah kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dengan APBN/APBD, baik yang dilaksanakan secara swakelola maupun oleh penyedia barang/jasa”.


B. Pengadaan Sarana dan prasarana Sekolah

Bafadal (2008:26) aktivitas pertama dalam manjemen sarana prasarana pendidikan adalah pengadaan sarana prasarana pendidikan. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan sarana dan prasarana yang telah di susun sebelumnya sering kali sekolah mendapat bantuan saran prasarana pendidikan dari pemerintah, dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Nasional Provinsi, dan Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan perkembangan pendidikan di suatu sekolah menggantikan barang-barang yang rusak, hilang, dihapuskan, atau sebab-sebab lain yang dapat dipertanggung jawabkan sehingga memerlukan pergantian, dan untuk menjaga tingkat persediaan barang setiap tahun dan anggaran mendatang. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan seharusnya direncanakan dengan hati-hati sehingga semua pengadaan sarana dan prasarana sekolah itu selalu sesuai dengan pemenuhan kebutuhan di sekolah.


C. Perencanaan Sarana dan Prasarana Sekolah
Bafadal (2008:26) perencanaan sarana dan prasarana pendidikan dapat didefinisikan sebagai suatu proses memikirkan dan menetapkan program pengadaan fasilitas sekolah, baik yang berbentuk sarana maupun prasarana pendidikan di masa yang akan dating untuk mencapai tujuan tertentu.

Ada beberapa karakteristik esensial perencanaan pengadaan sarana dan prasarana sekolah, yaitu sebagai berikut

  • Merupakan proses menetapkan dan memikirkan.
  • Objek pikir dalam perencanaan sarana dan prasarana sekolah adalah upaya memenuhi sarana prasarana pendidikan yang di butuhkan sekolah.
  • Tujuan perencanaan sarana dan prasarana sekolah adalah efektifitas dan efisiensi dalam pengadaan sarana dan prasarana sekolah.
  • Perencanaan sarana dan prasarana sekolah seharusnya memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut.
  1. Harus betul-betul merupakan proses intelektual; 
  2.  Di dasarkan pada analisis kebutuhan melalui studi komprehensif menganai masyarakat sekolah dan kemungkinan pertumbuhannya, serta prediksi populasi sekolah;
  3. Harus realistis, sesuai dengan kenyataan anggaran;
  4. Visualisasi hasil perencanaan sarana dan prasarana sekolah harus jelas dan rinci, baik jumlah, jenis, merek, dan harganya.

Jenis Usaha Ekonomi Masyarakat Sesuai Bidangnya

24 Maret 2020

BIDANG AGRARIS

Indonesia merupakan sebuah negara yang terkenal dengan negara agraris. Nama ini disematkan karena memang sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari kawasan agraris. Hal ini juga yang menjadikan Indinesia menjadi negara yang kaya akan rempah rempah dan sumber daya alam lainnya, selain itu tanah di Indonesia cocok untuk semua jenis tanaman dan cuaca serta suhunya pun merupakan yang terbaik bagi ekosistem atau makhluk hidup.


1. Pertanian



Secara umum pertanian diartikan sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan individu atau kelompok dalam upayanya memanfaatkan sumber daya alam hayati untuk dapat menghasilkan bahan pangan, sumber energi, bahan baku industri serta pengelolahan lingkungannya. Selain itu pertanian juga memiliki dua arti yakni secara luas dan sempit.

Arti pertanian secara luas yakni upaya pemanfaatan sumber daya alam hayati yang dilakukan oleh manusia dengan jalan menanam tanaman produktif yang diharapkan mampu menghasilkan dan bisa digunakan dalam kehidupanm sehari-hari. Sedangkan arti pertanian secara sempit adalah proses budidaya dan pengembangan tanaman pada suatu lahan yang hasilnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan manusia atau proses bercocok tanam yang dikerjakan di lahan yang telah disiapkan sebelumnya dan dikelola serta dimanfaatkan menggunakan cara manual yakni dengan tenaga manusia tanpa bantuan dari mesin.

Di negara kita Indonesia ini kegiatan pertanian dibedakan menjadi dua yakni pertanian lahan basah dan pertanian lahan kering. Sesuai dengan namnya yakni lahan basah, maka lahannya digenangi oleh air bisa dibilang dengan dan dikenal sebagai sawah. Kegiatan pertanian lahan basah ini hanya bisa dilakukan di area yang dekat dengan sungai serta terdapat sebuah irigasi guna perairannya. Lahan basah pertanian terletak kurang lebih 300 meter di atas permukaan laut. Contohnya pertanian lahan basah seperti sawah, rawa-rawa dan hutan bakau. Sedangkan pertanian lahan kering dilakukan di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Yang dimaksud dengan lahan kering adalah lahan yang tidak digenagi oleh air, dan ciri dari tanaman yang ditanam memiliki sifat tahan air atau tak butuh air terlalu banyak. Contohnya pertnian cabai, terong, umbi-umbian dan lain sebagainya.
 
2. Perkebunan


Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomer 18 tahun 2004, yang dimaksud dengan perkebunan adalah segala kegiatan yang upaya penanaman atau cocok pada tanah atau media tumbuh lainnya dalam sebuah ekosistem yang sesuai, selain itu dalam perkebunan juga adanya upaya pengolahan dan pemasaran hasil tanaman tersebut dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta modalnya dan menajemennya bertujuan untuk mensejahterakan pelaku perkebunan. Dalam perkebunana ada dua istilah pelaku usaha yang harus kita ketahui yakni pekebun dan perusahaan perkebunan. Pekebun merupakan individu atau perorangan yang melaksankaan usaha perkebunan dengan skala yang tidak terlalu besar yangh sering disebut dengan perkebunana rakyat. Sedangkan perusahaan perkebunan merupakan pelaku usaha perkebunan yang berbentuk badan hukum yang meliputi koperasi dan perseroan terbatas baik dalam BUMN maupun BUMS yang mengelola usaha perkebunan dalam skala tertentu. 

Perkebunan didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan warga, menambah pemasukan atau devisa negera, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan daya saing dan produktifitas, mengoptimalkan pengelolahan sumber daya alam secara berkelanjutan.

3. Peternakan


Peternakan adalah salah satu kegiatan yang berfokus pada pengembangbiakan dan pembudidayaan hewan ternak dengan tujuan untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan atau aktivitas tersebut. Perlu anda ketahui bahwasannya pengertian peternakan bukan hanya memelihara hewan ternak saja namun juga ada sebuah tujuan dari kegiatan tersebut. Tujuan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.

BIDANG INDUSTRI

Industri adalah jenis usaha untuk menghasilkan barang baru, atau mengolah bahan baku/bahan mentah menjadi bahan setengah jadi/barang jadi.Bentuk usaha industri di antaranya perusahaan tekstil, mobil, sepatu, dan industri bahan pangan. Contoh usaha pengolahan dari bahan mentah adalah sebagai berikut.

1. Usaha kerajinan rotan dan daun pandan


Usaha ini mengolah bahan mentah menjadi barang-barang jadi berupa anyaman dan mebel (kursi dan meja).

2. Industri pengolahan kulit, seperti kulit sapi atau kulit kambing.


Industri ini mengolah kulit menjadi bahan setengah jadi berupa kulit samakan.

3. Industri pembuatan sepatu, tas, jaket, dan ikat pinggang


Industri ini menggunakan bahan setengah jadi/bahan baku berupa kulit samakan.

BIDANG PERDAGANGAN

Perdagangan telah dijadikan sebagai salah satu bisnis yang sangat menguntungkan di Indonesia. Bahkan, dari banyaknya jenis perdagangan yang ada di Indonesia membuat banyak inovasi produk dalam proses jual beli yang menguntungkan setiap masyarakat yang melakukan transaksi.
Tentunya, proses kegiatan perdagangan ini memang sangat menguntungkan penjual ataupun pembelinya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi dalam kehidupan sehari-hari.
Ada banyak sekali lini usaha dibidang perdagangan yang patut Anda coba dan eksplorasi. Sebagai inspirasi, simaklah tujuh contoh usaha perdagangan berikut!

1. Usaha Kuliner



Selama manusia masih butuh makan dan minum, usaha kuliner akan terus berjaya. Apa lagi di zaman sekarang ketika membeli makanan dan minuman dari luar sudah lebih umum dari pada memasak sendiri di rumah.

Ditambah lagi kemudahan jasa pengantaran yang ditawarkan oleh berbagai bisnis kurir dengan segala promonya. Potensi usaha kuliner bisa di bilang sedang berada di atas awan.

2. Usaha Busana & Kosmetik



Saat ini busana bukan lagi merupakan kebutuhan, namun telah menjadi gaya hidup. Sebaliknya, kosmetik tidak lagi sekedar menjadi bagian dari gaya hidup, namun telah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. Karenanya busana dan kosmetik merupakan bidang usaha dagang lain yang tidak kalah potensial.

3.  Usaha Gadget



Gadget  sudah seperti kebutuhan utama di zaman sekarang.

BIDANG JASA

Usaha jasa banyak ditemui di sekitar kita. Usaha jasa adalah jenis usaha yang bertujuan memberi pelayanan kepada konsumen. Usaha jasa terbagi dalam kelompok-kelompok berikut ini.

1. Jasa transportasi 


Jasa transportasi  adalah jenis usaha pelayanan untuk pengangkutan orang atau barang-barang hasil industri dari suatu tempat ke tempat lain. Jasa transportasi di antaranya perusahaan pengangkutan, seperti bus, truk, kapal laut, dan pesawat.

2. Jasa perbankan


Jasa-jasa bank merupakan kegiatan perbankan yang dilakukan oleh suatu bank untuk memperlancar kegiatan menghimpun dana dan menyalurkan dana. Semakin lengkap jasa bank yang diberikan maka akan semakin baik dengan demikian akan menarik nasabah. Hal tersebut karena nasabah merasa nyaman melakukan kegiatan keuangan dari satu bank saja.

3. Jasa Pengiriman barang/paket


Seiring dengan meningkatnya industri bisnis online, layanan jasa kirim paket pun semakin banyak dibutuhkan. Oleh sebab itu, pekerjaan kurir yang dulu kurang diminati, sekarang jadi banyak peminatnya.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS