-->

Hubungan Sosial di Lingkungan Masyarakat

22 November 2016



KATA PENGANTAR

Segala puji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segalah rahmat dan hidayahnya tercurahkan kepada kita yang tak terhingga ini. Karena anugerah dan bimbingan-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini yang merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Ilmu Sosial Dasar dan makalah ini berjudul HUBUNGAN SOSIAL DI  LINGKUNGAN MASYARAKAT. Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Demikianlah karya ilmiah yang dapat saya buat ini.
Terima Kasih

Jakarta, November 2016
Penyusun


BAB I

Pendahuluan


Latar Belakang

Sebagai Manusia atau Makhluk hidup kita tidak lepas dari lingkungan , baik itu lingkungan sosial maupun alam. Dalam kehidupan bermasyarakat, hubungan sosial yang dilakukan individu merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan keberadaannya. Setiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam hal kuantitas dan kualitas, juga intensitas hubungan sosial yang dilakukannya, sekalipun terbuka luas peluang individu untuk melakukan hubungan sosial secara maksimal. Hubungan tersebut bukan hanya melibatkan dua individu, melainkan juga banyak individu. Hubungan antar individu tersebut akan membentuk hubungan sosial yang sekaligus merefleksikan terjadinya pengelompokan sosial dalam kehidupan masyarakat. Pengertian hubungan sosial mengacu pada hubungan sosial yang teratur, konsisten, dan berlangsung lamaManusia senantiasa melakukan hubungan dan pengaruh timbal balik dengan manusia yang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan dan mempertahankan kehidupannya. Bahkan, secara ekstern manusia akan mempunyai arti jika ada manusia yang lain tempat ia berinteraksi.

Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud lingkungan?
  2. Apa perbedaan dari nilai sosial dan norma sosial?
  3. Bagaimana akibatnya jika kita tidak mencerminkan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat?


Tujuan

  1. Untuk mengetahui pengertian dari lingkungan, nila sosial dan norma sosial
  2. Untuk mengetahui contoh dari berhubungan sosial dengan baik
  3. Agar mengetahui akibatnya jika tidak mencerminkan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat
  4. Untuk mengetahui beberapa faktor dari masalah sosial 



BAB II
Pembahasan


 Pengertian Lingkungan

              Lingkungan adalah sesuatu yang ada disekitar kita yang mempengaruhi perkembangan kita baik secara langsung maupun  tidak langsung. Dalam lingkungan ini ada unsur sosial budaya yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.  Jadi menurut saya Lingkungan sosial budaya merupakan suatu hubungan yang terjadi di dalam masyarakat dan dimana dalam hubungan tersebut terdapat aturan dalam masyrakat yang mengandung nilai dan norma untuk perkembangan kita.

                Dari pengertian diatas dapat kita ketahui bahwa ada sesuatu yang mempengaruhi perkembangan kita, diharapkan perkembangan tersebut adalah dalam hal positif yaitu melakukan hal-hal yang baik yang tidak merugikan masyarakat di sekitar kita.  Hal- hal tersebut juga harus dilandasi dengan nila-nilai dan norma yang baik juga. Karena hal itulah penuntun kita dalam berhubungan dengan masyarakt sekitar.




Pengertian Nilai dan Norma Sosial dalam Masyarakat

1. Nilai Sosial
Nilai sosial adalah ukuran- ukuran, patokan-patokan, anggapan-anggapan, keyakinan-keyakinan, yang hidup dan berkembang dalam masyarakat serta dianut oleh banyak orang dalam lingkungan masyarakat mengenai apa yang benar, pantas, luhur, dan baik untuk dilakukan. Nilai-nilai sosial merupakan aktualisasi dari kehendak masyarakat mengenai segala sesuatu yang dianggap benar dan baik. Pada intinya, adanya nilai sosial dalam masyarakat bersumber pada tiga hal yaitu dari Tuhan, masyarakat, dan individu.

2. Norma Sosial
Norma Sosial adalah patokan perilaku manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Fungsinya adalah untuk memberi batasan berupa perintah atau larangan dalam berperilaku, memaksa individu untuk menyesuaikan diri dengan nilai yang berlaku di masyarakat dan menjaga solidaritas antaranggota masyarakat. Oleh karena fungsi-fungsi tersebut, maka sosialisasi norma memiliki peran yang penting dalam mewujudkan ketertiban sosial.


Contoh Berhubungan Sosial dengan Baik di Lingkungan Sosial Budaya

Dengan seimbangnya nilai dan norma maka diharapkan kita menjadi individu yang baik dalam berhubungan sosial. Beberapa contoh kehidupan kita lingkungan sosial budaya :

1. Gotong Royong

kegiatan gotong royong di sekolah 



Gambar diatas merupakan contoh Gotong Royong atau “Kerja Bakti” yang ada di Sekolah, gotong royong merupakan contoh yang baik dalam masyrakat apalagi dalam kenyamanan lingkungan. Karena dengan adanya gotong royong semua orang akan saling membantu satu sama lain, dan manfaatnyapun banyak sekali seperti pekerjaan lebih cepat selesai, lebih mudah dikerjakan, hasilnyapun akan memuaskan bila dikerjakan bersama-sama.

2. Saling Menghormati

cara menghormati terhadap guru


Gambar diatas merupakan contoh saling menghormati dengan cara berjabat tangan yang benar. Terlihat sang guru tersenyum saat berjabat tangan dengan muridnya, banyak sekali manfaat dari saling menghormati seperti, seseorang yang dihormati akan merasa dirinya dihargai dan ditinggikan derajatnya, dan untuk orang yang menghormati akan dinilai bahwa orang tersebut mempunyai sopan santun dan tatakrama yang baik dalam bersosial.

cara menghormati terhadap orang tua

3. Musyawarah

 rapat biasa dalam suatu desa

Gambar diatas merupakan contoh musyawarah yang ada di sebuah desa, musyawarah biasa disebutkan musyawarah untuk menuju mufakat, bermusayawarah adalah cara masyarakat mendiskusikan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama dan diambil keputusan secara bersama-sama agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
 
4. Adat Istiadat

adat istiadat dalam pernikahan jawa
 
Gambar diatas merupakan contoh Adat pernikahan ala Jawa, tidak dipungkiri negara kita

Indonesia terdapat banyak sekali macam budaya yang berasal dari berbagai daerah, oleh karena itu cintailah budaya kita dengan menerapakan adat di wilayah kita masing-masing. Dengan begitu kita lebih memahami arti dari nilai budaya dan menambah kenyamanan lingkungan sosial dan budaya.
 
halah bihalal dalam masyarakat

Adat bagi para umat Islam yaitu Halal Bihalal dalam memperingati hari Raya Idul Fitri, dimana semua orang salaing berjabat tangan untuk saling memaafkan atas kesalahan yang pernah diperbuat baik yang sengaja maupun tidak sengaja. Kegiatan ini selain bermanfaat dalam hal nilai agama, bermanfaat juga dalam hubungan sosial kita seperti menjalin hubungan kekeluargaan yang semakin erat, semakin mengenal satu sama lain, menjauhkan rasa kebencian kita , mendekatkan rasa kasih sayang kita terhadap sesama, dll.
 

Beberapa Contoh-contoh diatas merupakan kegiatan positif yang ada di sekitar masyarakat kita, apabila kita mencerminkan norma dan nilai sosial yang ada di  sekiar kita, maka kenyamanan dalam Lingkungan sosial budaya pasti akan terlaksana dengan baik.

 


Apabila kita tidak mencerminkan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat maka akan timbulah beberapa konflik yang terjadi dalam masyrakat. Seperti halnya contoh berikut :


1. Perkelahian

perkelahian dalam masyarakat



Gambar diatas terlihat seseorang terkena pukul, ini kemungkinan disebabkan adanya rasa kebencian yang begitu mendalam karena seseorang yang dipukul tersebut menurutnya melakukan suatu kesalahan sehingga membuat dia tidak terima



2. Tawuran

 tawuran antar warga


 


Tawuran seringkali terjadi di sekitar kita, banyak sekali penyebab terjadinya tawuran padahal awalnya bermula dari sesuatu yang sepele yang harusnya bisa diselesaikan secara musyawarah, tetapi karena manusia tidak luput dari sikap egois dan ketidak puasan maka hal yang sepele bisa di lebih-lebihkan.
 

Masalah Sosial

Selain konflik yang disebabkan karena tidak mencerminkan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat, adapun masalah-masalah sosial lainnya yang disebabkan oleh perubahan-perubahan secara terus-menerus. Akibat dari perubahan yang terus-menerus tersebut terjad kerusakan atau keretakan organisasi sosial (disorganisasi) di masyarakat. Dalam menghadapi hal ini diperlukan suatu perencanaan sosial untuk mengatasinya. Untuk itu, lebih dahulu harus dipelajari secara mendalam realitas sosial yang sedang dihadapi masyarakat dengan melakukan perencanaan sosial.
Sebuah masalah sosial sesungguhnya merupakan akibat dari interaksi sosial antar individu, antara individu dan kelompok, atau antara suatu kelompok dan kelompok lain. Dalam keadaan normal terdapat integrasi (keterpaduan) serta keadaan yang sesuai pada hubungan antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Apabila antarunsur-unsur tersebut terjadi bentrokan, hubungan-hubungan sosial akan terganggu sehingga memungkinkan terjadi kegoyahan dalam kehidupan kelompok.

Faktor-Faktor Masalah Sosial

Ada banyak faktor yang menjadi sumber masalah sosial di dalam masyarakat dan lingkungannya, antara lain adalah faktor ekonomis, biologis, psikologis, dan kebudayaan setempat. Semua faktor tersebut memunculkan kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial. Setiap kelompok masyarakat memiliki norma sendiri yang menjadi ukuran kesejahteraan, kesehatan, serta penyesuaian diri, baik individu maupun kelompok. Masalah sosial dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut:


1. Masalah sosial karena faktor ekonomis, misalnya kemiskinan, dan pengangguran.
2. Masalah sosial karena faktor biologis, misalnya penyakit menular.
3. Masalah sosial karena faktor psikologis, misalnya goncangan jiwa (gila).
4. Masalah sosial karena faktor kebudayaan, misalnya kenakalan remaja, atau konflik ras



 






 



Cerpen: Usaha Membuahkan Hasil



                Nama saya Indra Darma Febriyadi. Sekolah menengah pertama saya di 259jhs Jakarta. Waktu saya kelas 8, saya ditempatkan di 83. Kami menamai kelas 83 dengan DETIG. Sekolah kami selalu mengadakan acara classmeet pertandingan futsal setiap selesai Ulangan Akhir Semester. Kelas kami mengirim Andi, Aqil, Rainhard, Daus, Lutfhi dan saya sendiri untuk mengikuti clasmeet.  kelas kami selalu menang sampai babak final.
Di final kali ini kelas kami melawan kelas 85. Hampir 1 sekolahan mendukung kelas 85. Karena itu saya beserta teman-teman yang ikut bertanding pun merasa sedikit grogi karena hampir 1 sekolahan menyebut teriakan “delapan lima”. Tetapi karna saya dan teman-teman beroptimis menang, rasa grogi itupun hilang seketika. Berkat kerjasama saya dan teman-teman saya, akhirnya kelas kami pun menang juara 1. Saya dan teman-teman semua merasa sangat senang sekali karena akhirnya kelas kami juara 1 clasmeet pertandingan futsal kali ini. Selesai


My name is Indra Darma Febriyadi. My junior high school in two hundred and fifty nine junior high school Jakarta. When I was eighth grade, I was placed eight three. Our school has always held a futsal match classmeet, each finished final exams. Our class sent Andi, Aqil, Rainhard, Daus, Lutfhi and myself to follow clasmeet. Our class always win until the final round.
In the final this time our class against class eight five. Therefore, I and my friends who competed felt a little nervous because nearly all student in my school calls shouts of "eight five". But because me and my friends optimistic  win , a sense of nervous even then disappear instantly. Thanks to the cooperation of my and my friends, finally  Our class was won 1first place. Me and my friends all feel very happy because finally Our class was eventually won first place clasmeet futsal  this time.  The end.

150 Kata tentang Seorang Jusuf Kalla



Karir politik seorang Jusuf Kalla bermula saat dirinya menjabat sebagai ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) cabag Sulawesi Selatan pada tahun 1960-1964. Kemudia berlanjut pada tahun 1965-1966 menjadi ketua HMI cabang Makasasar. Sejak tahun 1971 Jusuf Kalla sudah bergabung dalam partai golkar, karir legislatifnya diduduki tahun 1999. Sebagai politisi, Jusuf Kalla juga dikenal tidak hanya bisa berkomunikasi dengan teman-teman separtainya, ia juga bisa diterima diberbagai kelompok kepentingan. Pada periode 2004-2009 Jusuf Kalla  terpilih sebagai Wakil Presiden bersama Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Indonesia. Selepas jabatan sebagai wakil presiden pada tahun 2009, suami dari Mufidah Jusuf dan ayah dari lima orang anak serta sembilan cucu ini menjabat sebagai ketua Palang Merah Indonesia periode 2009-2014. Kemudian periode 2014-2019 Jusuf Kalla kembali terpilih sebagai Wakil Presiden untuk kedua kalinya bersama Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia. Kinerja seorang jusuf kalla menjadi seorang wakil presiden cukup baik karena sudah mempersiapkan semuanya untuk Indonesia untuk 4 tahun kedepan.  Masyarakat pun merasa puas dengan kinerja Bapak Jusuf kallah beserta Bapak Jokowi karena menurut pandangan masyarakat mereka sudah cukup baik dalam meningkatkan ekonomi Indonesia dan juga dari segi pendidikan. Jusuf Kallah menekankan pentingnya kerjasama pertukaran informasi intelijen antarnegara dalam menanggulangi terorisme.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS