-->

Administrasi Sarana dan Prasarana kelas XII 2015-2016 Semester 1

24 Desember 2015

BAB I
ADMINISTRASI PENERIMAAN DAN PENDISTRIBUSIAN SARANA DAN PRASARANA KANTOR
“Bentuk laporan penyimpanan dan pemeliharaan sarana dan prasarana melalui sitem komputerisasi”


A.   Penerimaan
Kartu penerimaan barang merupakan buku tambahan untuk perkiraan perlengkapan. Buku ini digunakan untuk mencatat penambahan, pengurangan dan saldo akhir dari setiap jenis barang perlengkapan.
Setiap transaksi penambahan dan pembelian barang perlengkapan harus di catat, baik di kartu persediaan maupun di buku besar perlengkapan. Apabila suatu kantor membutuhkan barang untuk keperluan kantor, maka perlu dibuatkan daftar kebutuhan barang secara terperinci oleh pejabat/pegawai yang berwenang untuk hal itu. Setelah barang dipesan diterima dan dicatat dalam buku penerimaan barang, dibuatkan berita acaranya oleh pejabat/pegawai yang bertanggungjawab atas penerimaan barang.
Contoh kartu/buku penerimaan barang :

NAMA PERUSAHAAN
BUKTI PENERIMAAN BARANG
NO. BUKTI : …………………..

No
Urut
Tgl
Terima
Nama& Alamat Pengirim
Tanda Bukti Pengiriman
Uraian Barang (nama, merk)
Banyaknya
Harga
Ket.
Tgl.
No.
Satuan
Jumlah






Bagian-bagian yang terkait dengan transaksi penerimaan barang supplies.
1.            Bagian ini yang melakukan pendataan barang-barang yang masih ada atau sudah habis dalam persediaan, untuk kemudian dibuatkan daftar kebutuhan barang untuk satu periode.
2.            Bagian pengadaan barang, bagian ini yang melakukan pembelian barang supplies.
3.            Bagian gudang/logistik, bagian ini yang melakukan penyimpanan/pengelolaan barang supplies, sebagian pintu gerbang keluar/masuknya barang supplies untuk keperluan unit-unit dalam perusahaan.

Pengeluaran barang supplies disebabkan karena adanya pemakaian pengeluaran/pengurangan barang supplies dari gudang. Dasar pencatatan adalah bukti pengiriman barang yang telah ditandatangani oleh bagian pengiriman barang.
Ada tiga hal yang dicatat dalam kartu persediaan supplies yaitu penambahan, pengurangan dan saldo yang ada setelah terjadinya suatu transaksi.
Mutasi yang terjadi mengakibatkan perubahan persediaan barang supplies. Penambahan dalam kartu persediaan disebabkan oleh adanya pembelian atau penerimaan dari pihak lain, dasar pencatatannya adalah tanda terima barang yang dikuatkan oleh bagian gudang. Pada akhir periode berdasarkan kartu-kartu persediaan supplies disusun laporan ikhtisar persediaan barang supplies oleh bagian gudang.


B.   Pendistribusian

→     Pengertian Pendistribusian Sarana Prasarana

Pendistribusian merupakan kegiatan yang menyangkup pemindahan barang dan tanggung jawab dari instansi/ pemegang yang satu kepada instansi/ pemegang yang lain. Dalam lingkungan yang sempit seperti sekolah, maka kegiatan ini dapat berwujud penyaluran atau kegiatan membagi/ mengeluarkan barang sesuai kebeutuhan guru/ seksi bagian dalam instant tersebut untuk keperluan kegiatan belajar mengajar serta perkantoran.
Pendistribusian atau penyaluran perlengkapan merupakan kegiatan pemindahan barang dan tanggung jawab penyimpanan kepada unit-unit atau orang-orang yang membutuhkan barang itu. Dalam prosesnya ada 3 hal yang harus di perhatikan yaitu ketepatan barang yang di sampaikan, baik jumlah maupun jenisnya; ketepatan sasaran penyampaiannya, dan ketepatan kondisi barang yang di salurkan.


→     Langkah- langkah Pendistribusian Sarana Prasarana

1)      Penyusunan Alokasi
Untuk menghindari pemborosan dalam pembagian/ pendistribusian barang sehingga merata dan seimbang dengan kebutuhan pemakainya masing- masing, maka perlu disusun alokasi kuantitas dan frekuensi pendistribusiannya, sehingga sungguh- sungguh dapat menunjang kegiatan instruksional.
Dalam penyusunan alokasi barang tersebut perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a.       penerimaan barang
b.      waktu penyerahan barang
c.       jenis barang
d.      jumlah barang
e.       kegunaan/ keperluan barang

2)      Pengiriman Barang
Pengiriman barang dari pusat- pusat penyalur barang perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a.       cara pengiriman
b.      pengemasan
c.       pemuatan
d.      pengangkutan
e.       pembongkaran

3)      Penyerahan Barang
Dalam penyerahan barang hendaklah tidak dilupakan untuk mengisi daftar penyerahan barang, surat pengantar, tanda terima, biaya pengiriman dan lain sebagainya.
Barang yang telah di terima di inventarisasikan oleh panitia pengadaan, setelah kebenarannya di periksa berdasarkan daftar yang ada perlu surat pengantar, tidak berarti semua personil sekolah bisa menggunakan secara bebas. Barang – barang tersebut perlu di atur lebih lanjut untuk memudahkan pengawasan dan pertanggung jawaban. Apabila pendistribusiannya tidak di atur dengan sebaik-baiknya, pengelolaan perlengkapan sekolah akan mengalami kesulitan dalam membuat laporan pertanggung jawabannya.
Dalam kaitan dengan perihal di atas, perlu adanya penyusunan alokasi pendistribusian. Dengan terlebih dahulu di lakukan penyusunan alokasi pendistribusian barang-barang yang telah di terima oleh sekolah yang dapat di salurkan sesuai dengan kebutuhan barang pada bagian – bagian sekolah, dengan melihat kondisi, kualitas, dan kuantitas barang yang ada. Semakin jelas alokasinya, semakin jelas pula pelimpahan tanggung jawab pada penerima. Dengan demikian pendistribusian akan lebih mudah di laksanakan dan di kontrol setiap saat. Tujuan akhir penyusunan alokasi tersebut pada akhirnya adalah untuk menghindari pemborosan yang seharusnya tidak terjadi.

®    Sistem Pendistribusian Barang
Berdasarkan keseluruhan uraian tentang distribusi di atas dapat di tegaskan bahwa pada dasarnya ada 2 sistem pendistribusian barang yang dapat di tempuh oleh pengelola perlengkapan sekolah, yaitu sistem langsung dan sistem tidak langsung.

1)      Sistem secara langsung
Dengan menggunakan sistem pendistribusian langsung, berarti barang-barang yang sudah di terima dan di inventarisasikan langsung di salurkan pada bagian-bagian yang membutuhkan tanpa melalui proses penyimpanan terlebih dahulu.
2)      Sistem secara tidak langsung
Sistem pendistribusian tidak langsung berarti barang-barang yang sudah di terima dan sudah di inventarisasikan tidak secara langsung di salurkan, melainkan harus di simpan terlebih dahulu di gudang penyimpanan dengan teratur. Hal ini biasanya di gunakan apabila barang-barang yang lalu ternyata masih tersisa.

®    Asas-Asas Pendistribusian
Untuk dapat di katakan berjalan secara efektif, dalam pendistribusian harus memenuhi beberapa asas pendistribusian. Ada beberapa asas pendistribusian yang perlu di perhatikan,yaitu :
a.       Asas ketepatan
b.      Asas kecepatan
c.       Asas keamanan
d.      Asas ekonomi
Namun jika di gunakan sistem pendistribusian tidak langsung maka barang – barang yang perlu di simpan di gudang perlu mendapatkan pengawasan yang efektif. Dalam rangka mempermudah pengawasannya perlu di buat kartu stok barang yang di tempelkan pada barang tersebut untuk mempermudah dalam pengenalan dan pengawasan

  

BAB II
PELAPORAN PENYIMPANAN DAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA
 “Pelaporan, Penyimpanan dan Pemeliharaan”


A.   Pelaporan
Laporan sarana dan prasarana kantor adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk melaporkan keadaan sarana dan prasarana kantor, baik persediaan, mutasi, maupun keadaan fisik dari sarana dan prasarana tersebut dalam periode waktu tertentu (triwulan, semester, atau setahun).
Fungsi laporan sarana dan prasarana kantor adalah :
·         Sebagai bahan pertanggung jawaban.
·         Sebagai pengendali persediaan.
·         Memberikan informasi tentang barang yang tersedia dan mutasi barang.
·         Sebagai dasar atau bahan dalam pengambilan keputusan pimpinan.
Dalam menyampaikan laporan secara tertulis kepada pimpinan,sebaiknya dilampiri dengan beberapa bukti atau catatan pendukung antara lain :

1.      Bukti penerimaan barang.
2.      Bukti pembelian barang. 
3.      Bukti pengeluaran barang.
4.      Kartu barang 
5.      Kartu persediaan.
6.      Daftar inventaris.
7.      Daftar rekapitulasi barang inventaris.



Teknik pembuatan laporan disusun sebagai berikut :
·         Memeriksa barang.
·         Menghitung persediaan barang awal tahun anggaran.
·         Menghitung penerimaan dan pengadaan barang.
·         Menghitung pengeluaran barang.
·         Menghitung sisa persediaan.
·         Mencatat mutasi barang.
·         Melaporkan kepada atasan atau pimpinan

Sumber : http://www.academia.edu/8485058/Sarana_dan_Prasarana_Kantor
(Senin, 09 Nopember 2015 pukul 08:20)

B.   Penyimpanan
Penyimpanan adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan kerja atau petugas gudang untuk menampung hasil pengadaan barang/bahan kantor, baik berasal dari pembelian, instansi lain, atau yang diperoleh dari bantuan.
Tujuan penyimpanan barang/bahan kantor antara lain:
1.      Agar barang tidak cepat rusak
2.      Agar tidak terjadi kehilangan barang 
3.      Agar tersususn rapi sehingga mudah ditemukan apabila berang tersebut dicari
4.      Memudahkan dalam pengawasan
5.      Memudahkan dalam analisis barang\
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyimpanan barang/bahan kantor :
1.      Persediaan alat-alat pemeliharaan yang diperlukan
2.      Pergudangan yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan
3.      Sifat barang yang disimpan
4.      Sarana penyimpanan dan pemeliharaan 
5.      Prosedur dan tata kerja
6.      Biaya yang disediakan 
7.      Tenaga yang diperlukan
8.      Jangka waktu penyimpanan


Cara penyimpanan barang/bahan kantor :
1.      Barang yang disimpan berdasarka klasifikasi (jenis, berat, merk, dan satuan barang)
2.      Barang yang disimpan dalam keadaan bersih
3.      Barang yang disimpan dalam ruangan yang cukup ventilasi
4.      Barang yang disimpan di tempat yang memadai 
5.      Barang yang disimpan rapi dengan kode yang telah ditentukan agar mudah dicari
6.      Barang yang disimpan harus terhindar dari sengatan matahari atau siraman air
7.      Barang yang disimpan diruangan yang dapat dikunci 
8.      Barang yan disimpan harus sudah dihitung dan dicatat dalam buku persediaan 
9.      Barang yang biasanya dikeluarkan lebih cepat sebaiknya diletakan dibagian terdepan, sebaliknya barang yang dikeluarka lebih lama disimpan lebih dalam. 


C.   Pemeliharaan
Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan adalah kegiatan untuk melaksanakan pengurusan dan pengaturan agar semua sarana dan prasarana selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdayaguna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan pendidikan. Pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut kondisinya baik dan siap digunakan. Pemeliharaan mencakup segala daya upaya yang terus menerus untuk mengusahakan agar peralatan tersebut tetap dalam keadaan baik. Pemeliharaan dimulai dari pemakaian barang, yaitu dengan cara hati-hati dalam menggunakannya. Pemeliharaan yang bersifat khusus harus dilakukan oleh petugas yang mempunyai keahlian sesuai dengan jenis barang yang dimaksud.

→     Tujuan pemeliharaan Sarana Prasarana
1.      Untuk mengoptimalkan usia pakai peralatan. Hal ini sangat penting terutama jika dilihat dari aspek biaya, karena untuk membeli suatu peralatan akan jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan merawat bagian dari peralatan tersebut
2.      Untuk menjamin kesiapan operasional peralatan untuk mendukung kelancaran pekerjaan sehingga diperoleh hasil yang optimal
3.      Untuk menjamin ketersediaan peralatan yang diperlukan melalui pencekkan secara rutin dan teratur
4.      Untuk menjamin keselamatan orang atau siswa yang menggunakan alat tersebut.

→     Manfaat pemeliharaan Sarana Prasarana
1.      Jika peralatan terpelihara baik, umurnya akan awet yang berarti tidak perlu mengadakan penggantian dalam waktu yang singkat.
2.      Pemeliharaan yang baik mengakibatkan jarang terjadi kerusakan yang berarti biaya perbaikan dapat ditekan seminim mungkin.
3.      Dengan adanya pemeliharaan yang baik, maka akan lebih terkontrol sehingga menghindar kehilangan.
4.      Dengan adanya pemeliharaan yang baik, maka enak dilihat dan dipandang.
5.      Pemeliharaan yang baik memberikan hasil pekerjaan yang baik.

→     Macam dan Jenis Pemeliharaan Sarana Prasarana

Ada beberapa macam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ditinjau dari sifat maupun waktunya. Ditinjau dari sifatnya ada empat macam pemeliharaan sarana prasarana pendidikan di sekolah antara lain:
1.      Pemeliharaan perlengkapan bersifat pengecekan
2.      Pemeliharaan yang bersifat pencegahan
3.      Pemeliharaan yang bersifat perbaikan ringan
4.      Perbaikan berat.
Sedangkan jika ditinjau dari waktu pemeliharaannya ada dua macam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah antara lain:
1.      Pemeliharaan sehari-hari, seperti menyapu, mengepel lantai, membersihkan pintu
2.      Pemeliharaan berkala, misalnya pengontrolan genting, pengapuran tembok.


→     Pemeliharaan Terencana
Pemeliharaan terencana adalah jenis perawatan yang diprogramkan, diorganisir, dijadwal, dianggarkan, dan dilaksanakan sesuai dengan rencana, serta dilakukan monitoring dan evaluasi (Sunarto 2002:4). Perawatan terencana dibedakan menjadi dua, yakni perawatan terencana yang bersifat pencegahan atau perawatan preventif, dan perawatan terencana yang bersifat korektif.

→     Pemeliharaan Preventif
Pemeliharaan yang bersifat pencegahan, adalah pemeliharaan  sarana dan prasarana pendidikan yang secara sadar dilakukan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, serta monitoring dengan tujuan untuk mencegah terjadinya gangguan kemacetan atau kerusakan fasilitas atau peralatan sekolah. Pemeliharaan preventif adalah perawatan yang dilakukan pada selang waktu tertentu dan pelaksanaannya dilakukan secara rutin dengan beberapa kriteria yang ditentukan sebelumnya dengan tujuan untuk mencegah dan mengura
ngi kemungkinan suatu komponen tidak memenuhi kondisi normal (Depdikbud, 1999:2).
→     Pemeliharaan Korektif
Pemeliharaan yang bersifat memperbaiki akan berkaitan dengan deteksi kerusakan, penentuan lokasi kerusakan, dan perbaikan atau penggantian bagian yang rusak.


a)      Tahapan pemeliharaan korektif
·         Deteksi:
1.      Cek fungsi
2.      Cek kinerja
3.      Perbandingkan dengan spesifikasi alat/sistem

·         Menentukan Lokasi:
1.      Cek fungsi tiap blok (bagian dari sistem)
2.      Cek komponen pada blok yang tidak bekerja dg baik

·         Perbaikan:
1.      Perbaiki atau ganti komponen yang rusak dengan yang baru

  

BAB III
ADMINISTRASI INVENTARIS SARANA DAN PRASARANA
 “Administrasi inventaris sarana dan prasarana dengan aplikasi komputerisasi”


Pengadaan semua sarana dan prasarana kantor memerlukan biaya tinggi, termasuk semua kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaannya. Untuk itu diperlukan kegiatan inventarisasi. Inventarisasi sarana dan prasarana kantor adalah semua kegiatan dan usaha untuk memperoleh data yang diperlukan mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki. Secara singkat inventarisasi dapat diartikan sebagai pencatatan terhadap sarana dan prasarana. Inventarisasi yang dilakukan di setiap organisasi bisa saja berbeda, namun pada dasarnya semua dilakukan dengan tujuan yang sama. Tujuan inventarisasi sarana dan prasarana antara lain :
a.       Agar peralatan tidak mudah hilang.
b.      Adanya bukti secara tertulis terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
c.       Memudahkan dalam pengecekan barang.
d.      Memudahkan dalam pengawasan.
e.       Memudahkan ketika mengadakan kegiatan mutasi/penghapusan barang.

Barang inventaris adalah seluruh barang yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan tertentu yang penggunaannya lebih dari satu tahun dan dicatat serta didaftarkan dalam buku inventaris. Sedangkan inventarisasi barang adalah pencatatan atau pendaftaran barang-barang milik kantor, (sekolah, rumah tangga, dsb) yg dipakai dalam melaksanakan tugasnya 

Contoh daftar inventaris barang

No
Kelompok Barang
Jumlah sertifikat yang masih berlaku





Pengadaan inventarisasi barang ini memiliki fungsi sebagai berikut:
a.       Mencatat, menghimpun data asset yang dikuasai perusahaan/organisasi.
b.      Menyiapkan dan menyediakan bahan laporan pertanggungjawaban atas penguasaan dan pengelolaan asset perusahaan/organisasi.
c.       Menyiapkan dan menyediakan bahan acuan untuk pengawasan asset perusahaan/organisasi.
d.      Menyediakan informasi mengenai asset perusahaan/organisasi.

Sasaran inventarisaasi barang adalah semua barang milik perusahaan/organisasi yang dibeli, didapat, dihasilkan baik secara sebagian maupun keseluruhan. Barang-barang inventaris harus dipelihara dan ditempatkan. Yang dimaksud pemeliharaan barang inventaris merupakan kegiatan atau tindakan agar semua barang selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdayaguna dan berhasil. Sedangkan penempatan barang inventaris merupakan kegiatan untuk melakukan pengiriman barang dari gedung ke unit kerja.
Fungsi dari penempatan barang inventaris ini adalah untuk penyelenggaraan pengurusan pembagian atau pelayanan barang secara tepat, cepat, dan teratur sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan penempatan adalah menyelenggarakan penyaluran barang kepada unit kerja, menyelenggarakan administrasi penempatan dengan tertib dan rapi.

Untuk memudahkan inventarisasi dibutuhkan buku pencatatan inventarisasi barang, macam-macamnya yaitu :
§  Buku induk barang inventaris adalah buku yang digunakan untuk mencatat semua barang inventaris yang sudah atau pernah dimiliki oleh suatu kantor. Buku ini digunakan untuk mencatat barang yang tidak habis pakai.

§  Buku golongan barang inventaris adalah buku pembantu yang digunakan untuk mencatat barang-barang inventaris menurut golongan yang ditentukan, masing-masing berdasarkan klasifikasi kode barang yang telah ditentukan. Buku ini digunakan untuk mencatat barang yang tidak habis pakai.

§  Buku catatan barang non inventaris adalah buku yang digunakan untuk mencatat semua barang non inventaris (barang yang belum diketahui statusnya) yang dimiliki oleh suatu kantor. Buku ini digunakan untuk mencatat barang yang habis pakai.






BAB IV
ADMINISTRASI LAPORAN PENGHAPUSAN SARANA DAN PRASARANA
 “Laporan administrasi penghapusan sarana dan prasarana dengan aplikasi komputerisasi”


Penghapusan peralatan kantor adalah usaha menghapuskan barang-barang milik sebuah kantor dari dalam daftar inventarisasi berdasarkan peraturan yang berlaku. Fungsi penghapusan diantaranya adalah sebagai berikut:

1.      Membatasi kerugian/pemborosan biaya untuk pemeliharaan/perbaikan, pengamanan barang-barang yang semakin buruk kondisinya, barang yang berlebihan dan atau barang lainnya yang tidak dapat digunakan lagi.
2.      Meringankan kerja pelaksanaan inventaris.
3.      Membebaskan ruangan/pekarangan kantor dari penumpukan barang-barang yang tidak dipergunakan lagi.
4.      Membebaskan satuan organisasi dari pengurusan dan pertanggungjawaban barang.
5.      Menghindari penjagaan keamanan yang tidak bermanfaat untuk barang-barang yang tidak terpakai karena rusak.

Syarat-syarat Penghapusan Peralatan Kantor
1.      Dalam keadaan rusak berat sehingga tidak dapat diperbaiki atau dipergunakan lagi.
2.      Perbaikan akan menelan biaya, sehingga merupakan pemborosan.
3.      Secara teknis dan ekonomis kegunaanya tidak seimbang dengan besarnya biaya pemeliharaan.
4.      Hilang akibat susut diluar kekauasaan pengurusan barang misalnya, bahan kimia dan sebagainya.
5.      Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini.
6.      Kelebihan persediaan yang jika disimpan lebih lama akan bertambah rusak dan akhirnya tidak bisa digunakan lagi.
7.      Musnah akibat bencana alam
8.      Hilang karena dicuri/diselewengkan

Semua penghapusan harus berdasarkan pada aturan atau hukum yang berlaku.


Tata Cara Penghapusan
→     Barang-barang rusak, tua dan berlebihan
1.      Kepala gudang menyusun daftar barang yang akan dihapus, kemudian mengusulkan kepada pimpinan/atasan untuk menghapus barang tersebut.
2.      Pimpinan unit membentuk panitia penghapusan, yang terdiri sekurang-kurangnya tiga orang dari pejabat lingkungan unit yang bersangkutan yang dianggap ahli. Yaitu bagian perlengkapan, perencanaan dan keuangan.
3.      Kemudian panitia tersebut memeriksa barang yang akan dihapuskan, terutama terhadap kondisi barang tersebut dan dinilai dari barang yang bersangkutan. Hasilnya disampaikan kepada pimpinan unit dengan berita acara.
4.      Panitia mengusulkan untuk menghapuskan barang tersebut disertai dengan berita acara penelitian dan saran-saran.
5.      Pimpinan unit mengajukan permohonan kepada menteri melalui biro perlengkapan untuk mengadakan penghapusan.
6.      Pimpinan pusat mengadakan penelitian lagi keunit yang bersangkutan. Kalau tidak ada persoalan, maka akan diterbitkan surat keputusan untuk menhapus barang tersebut yang dilaksanakannya dapat melalui kantor lelang negara dan juga dihapus dengan pemusnahan.
→     Barang yang hilang, dicuri, terbakar
1.      Pimpinan unit yang bertanggungjawab atas barang yang bersangkutan, membuat laporan serta berita acara pemeriksaan, dengan lampiran pemeriksaan kepada unit utama yang selanjutnya di teruskan ke menteri.
2.      Pimpinan unit yang bersangkutan melapor kejadian tersebut kepada kepolisian negara. Dan kepolisian negara akan memberikan breita acara pelaporan dan hasil penyelidikan kepolisian tentang peristiwa tersebut.
3.      Biro perlengkapan meneruskannya kepada panitia Tuntutan Ganti Rugi (TGR) dan panitia TGR tersebut akan mencari data-data tambahan sebagai kelengkapan penelitian.
4.      Berita acara dari pihak kepolisian harus sudah masuk paling lambat tiga bulan, jika tidak maka panitian TGR akan menyusun suatu kesimpulan berdasarkan laporan dari unit yang bersangkutan serta hasil penyelidikan di tempat kejadian.
5.      Panitia TGR dapat meminta ganti rugi kepada pegawai yang mengelola barang, jika hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kehilangan/kerkusakan barang tersebut disebabkan kelalaian dari pegawai yang bersangkutan. Akan tetapi jika ternyata peristiwa itu bukan disebabkan oleh pegawai tersebut, maka pegawai yang bersangkutan akan dibebaskan dari segala tuntutan.
6.      Setelah adanya penetapan tuntutan atau ganti rugi, maka SK penghapusan dapat diterbitkan.

→     Barang susut
Penyusutan barabg harus berdasarkan berita acara pemeriksaan, yang dikeluarkan dari tata usaha pertanggungjawaban pengurus disertai berita acara tentang barang yang susut. Seandainya barang yang susut jumlahnya melebihi dari taksiran normal, maka proses penghapusannya sama dengan barang yang hilang/dicuri/terbakar.
Penyusutan secara normal dapat dikeluarkan dari pertanggungjawaban pengurusan gudang berdasarkan berita acara pemeriksaan dan harus mendapat persetujuan dari atasan







RELATIONSHIP GOAL

Edisi curhat

hai! udah lama diriku gabuka blog bahkan hampir lupa nama blognya apa wkwk
gue Anita Hidayanti, siswi SMKN 51 Jakarta jurusan Administrasi Perkantoran yang sebenernya agak terpaksa ya masuk sini tuntutan orang tua. Ya sebenernya sih gue dari awal pengennya masuk  SMA tapi gadirestuin sama ortu ya alhasil masuk SMK. Gue sekarang udah kelas 12 dan ya bentar lagi bakalan lulus dan menghadapi sebegitu banyaknya ujian yang mesti gue hadapi. Gue gatau nanti pas lulus mesti lanjutin  kemana, mau kuliah atau kerja gue masih bingung atau mungkin nikah? itu gamungkin sih sebenernya. Yaa gue udah 17 tahun udah punya KTP dan tidak mempunyai SIM dikarenakan tidak bisa naik motor dan tidak bisa bawa mobil juga sih sebenernya. Walaupun udah 17 tahun ada yang bilang muka gue masih kaya anak kecil bahkan ada yang bilang kalo gue baligh karena muka gue sifat bahkan suara masih kaya anak kecil, parah emang.

Dan ya sekarang gue udah banyak pengalaman tentang pertemanan dan percintaannya sedikit sih sebenrnya. Pertemenan jaman sekarang haduh di SMA SMK sekarang sebenernya banyak temen yang bukan temen gitu loh. Ada yang emang ada disaat kita butuh dan ada juga yang ngilang gitu aja pas kita butuh. Sedih sih sebenernya ya. Dan gue dulu juga punya temen bahkan temen deket ya pas 10 bahkan pulang bareng kalo main selalu bareng-bareng. Awal kls 11 kita masih deket walaupun sedikit-sedikit mulai renggang karna emang udh beda kelas ya. Dan emang bener-bener renggang pas mereka semua masuk kesalah satu geng hitz gitu deh. Ya disitu gue mulai menjauh juga dari mereka semua gitu dan alhasil waktu gue kls 11 gue cuma deket sama 1 orang. Jujur gue emang paling susah ya buat berbaur sama orang baru jadi agak lama buat bisa ngobrol akrab gitu sama orang.

Pas ada suatu event gitu disekolah mungkin mereka semua itu nyadar kali ya kali gue ngejauh dari mereka semua karna mereka semua itu tiba-tiba ngechat gue semua dan bilang kalo gue itu menjauh jadi gadeket lagi sama mereka semua. Ya mau gimana lagi kan gue gabisa masuk dan berbaur sama gengnya mereka itu dan ya alhasil gue menjauh lah.

Percintaan gue yaa buruk sih sering ditikung digantungin juga pernah diphpin juga pernah padahal pacaran baru sekali dan ya sampe sekarang sih alhamdulillah. Semenjak itu emosi gue suka gabisa dikontrol dan gue mulai paham akan sifat cowo ya yang hanya berjuang diawal setelah sudah dapat dianggurin gitu aja. Gue juga tau ya gimana rasanya pacaran itu kaya gimana sakitnya juga tau senengnya juga tau hahaha. Ya walaupun percintaan gue buruk tapi seenggaknya gue juga punya pengalaman yang lumayan bagus ya walupun ga 100% bagus sih hahaha.

Dan ya udahan lah gue harap gaada baca loh ini karena ini sangat amat tidak penting sama sekali hahaha.

Oke salam hangat dari AnitaHidayanti,17th :)

Sejarah Perkembangan Tari di Indonesia

20 Februari 2015

1. Tari Zaman Prasejarah / Zaman Primitif

Zaman primitif adalah zaman prasejarah yaitu zaman sebelum munculnya kerajaan sehingga belum mempunyai pemimpin secara formal. Zaman primitif ini berkisar anatara tahun 20.000 SM – 400 M.

Pada zaman masyarakat primitive ada 2 zaman yaitu zaman batu dan zaman logam. Pada zaman batu kemungkinan tari – tarian hanya diiringi dengan sorak – sorai serta tepukan tangan. Sedangkan pada zaman logam sudah terdapat peninggalan instrument music yang ada sangkut pautnya dengan tari yaitu nekara atau kendang yang dibuat perunggu.

Diantara lukisan – lukisan yang menghias nekara itu ada lukisan yang menggambarkan penari yang pada kepalanya dihias bulu – bulu burung dan daun – daunan. 

Seni muncul dari ungkapan perasaan ekspresi manusia atas suatu suasana tertentu. lonjakan kegembiraan seseorang saat memperoleh kesenangan akan membentuk gerakan ekspresif , lompatan manusia purba ketika berburu binatang juga terjadi secara spontan. Gerakan - gerakan inilah yang kemudian mengkristal dan disusun dalam bentuk tarian. dari berbagai peristiwa sehari - hari kemudian terlahir bentuk - bentuk rangkaian gerak yang diwujudkan dalam bentuk upacra ritual masyarakat purba.

Dengan diiringi pukulan - pukulan genderang dan sejenisnya, kelompok masyarakat purba bergerak - gerak mengelilingi api unggun yang menyala sambil melantunkan mantra - mantra dan nyanyian - nyanyian persembahan bagi nenek moyang mereka. inilah cikal bakal tumbuhnya tari. 

Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme, dan dinamisme. Tari ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur dan estetika seni. Tari primitif biasanya merupakan wujud kehendak berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan. 

Ciri tari pada zaman primitif adalah kesederhanaan kostum, gerak dan iringan menjadi lebih dominan bertujuan untuk kehendak tertentu sehungga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. ciri – ciri tari primitif antara lain :

1. gerak dan iringan sangat sederhana berupa hentakan kaki, tepukan tangan / simbol suara / gerak – gerak saja yang dilakukan
2. gerakan dilakukan untuk tujuan tertentu misalnya menirukan gerak binatang karena berburu, proses inisiasi, kelahiran, perkawinan, panen.
3. instrumen sangat sederhana terdiri dari tifa, kendang, / intrumen yang hanya dipukul secara tetap bahkan tanpa memperhatikan dinamika
4. tata rias sederhana bahkan bisa berakulturasi dengan alam sekitar.
5. tari bersifat sakral karena untuk upacara keagamaan.
6. tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yaitu zaman sebelum munculnya kerajaan sehingga belum mempunyai pemimpin secara formal. Kehidupan masyarakat masih bergerombol, berpindah – pindah dan bercocok tanam.
7. tarian primitif dasar geraknya adalah maksud dan kehendak hati dan pernyataan kolektif.
8. atribut pakaian menggunakan bulu – buluan dan daun – daunan
9. formasi pada tarian primitif biasanya berbentuk lingkaran karena menggambar kekuatan.
10. tarian ini berkembang pada masyarakat yang menganutpola tradisi primitif / purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenk moyang dan penyembahan leluhur. Contoh tari primitif tari bailita dan tari dayang modan.

2. Tari Zaman Feodal / Penjajahan ( 400 M – 1945)

Zaman feodal / zaman penjajahan berkisar antara tahun 400 M – 1945. Jenis Tari zaman feodal ini ditandai dengan bermunculan para pakar tari yang memberikan macam – macam definisi. Tokoh – tokoh tersebut antara lain curt sach, soedarsono, corry hamstrong, la mery dan lain sebagainya.

Pada zaman ini tari memiliki berbagai fungsi antara lain tari upacara, tari hiburan, tari pertunjukan. Tari yang berfungsi sebagai upacara ritual dan yang berfungsi sebagai hiburan pribadi sebagian tidak tercakup karena tari ritual pada umumnya lebih mementingkan tujuan dari pada bentuk penyajiannya, sedangkan tari hiburan lebih mementingkan keikutsertaan penari dalam tari itu dari pada kenikmatan untuk menontonnya.

Pada zaman feodal ini tari di Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan yang datang dari luar khususnya India. Selanjutnya muncul Islam melalui kerajaan – kerajaan di Indonesia saat itu, serta pengaruh perluasan wilayah bangsa barat yang kemudian membawa situasi tari di Indonesia lebih modern.

Perkembangan tari zaman feodal dianggap baik karena pengaruh agama hindu, seni tari merupakan bagian yang penting dalam upacara keagamaan yang salah satu buktinya yaitu terdapat gambar atau relief candi yang menggambarkan para penari sedang menari diiringi beberapa instrumen musik.

Pada zaman Indonesia Hindu lahir tari istana sebagai seni yang memiliki nilai artistik yang tinggi antara lain golek, gambyong. Dengan masuknya pengaruh budaya hindu lahirb wayang wong, sapta bedaya, wayang topeng, sri kepi, klana topeng dan lain sebagainya.

Zaman feodal juga banyak dipengaruhi oleh pengaruh agama Islam. Pengaruh agama Islam yang membawa seni tari lebih berkembang karena digunakan sebagai media penyebaran agama Islam terutama di kerajaan Mataram, Kesultanan Cirebon dan Kerajaan Demak. Pada zaman ini juga muncul beberapa topeng antara lain panji kasatriyan, candra kirana, handoyo, raton, klano, denowo, tembem, pentul dan lain sebagainya.

Setelah zaman invasi (perluasan wilayah) bangsa Barat, seni tari lebih berkembang hal ini terbukti dengan banyaknya tari yang diciptakan oleh penata tari dan bangsawan antara lain tari bedhaya, Srimpi, beksan, wireng, dan drama tari (sendratari). Pada zaman feodal / penjajahan juga banyak muncul tari yang bertemakan kepahlawanan / heroik antara lain tari pejuang, bandayuda, prawiroguna, keprajuritan dan lain sebagainya.

3. Tari Zaman Modern ( zaman setelah indonesia merdekan sampai sekarang)

Jenis tari zaman modern ini ditandai dengan munculnya koreografer – koreografer individu yang menciptakan karya – karya baru, lebih sebagai ekspresi diri dari pada ekspresi komunal. Gagasan koreografer individual sebagai sebuah aspek penting dari dampak kebudayaan barat. Tokoh – tokoh tari modern antara lain isadora Duncan, Martha Graham, doris Humphrey, Mary Wigman dan lain sebagainya.

Tokoh tari modern dari Indonesia salah satunya adalah Sardono W Kusumodan Sal Murgiyanto. Karya tari yang muncul pada zaman modern ini antara lain Dongeng dari Dirah, Meta Ekologi, Hutan yang Merintih. Di Indonesia pada masa setelah merdeka juga muncul tari yang bernuansa tradisional garapan baru yaitu tari Karno Tanding, Tari Retno Ngayuda, Tari Retno Tinanding, Tari Menak Koncar dan lain sebagainya


TEMAN APA TEMAN?

16 Oktober 2014

Cari temen yang emang bener-bener temen zaman sekarang mah susah. Rata-rata temen zaman sekarang pada gitu. Gaada yang asik.

Temen zaman sekarang itu:
1. Ada disaat gadibutuhin
2. Giliran lagi dibutuhin pada kelaut semua


Anak jaman sekarang juga berteman berdasarkan kekayaan dan pergaulan. Padahal lebih enakan temenan sama orang yang biasa-biasa aja dan ga GAUL.

Remaja jaman sekarang hampir semuanya lupa sama temen lama. Apalagi kalo punya temen baru yang kaya dan gaul pasti bakalan bener-bener lupa sama temen lamanya.

Gue pengen cerita sedikit disini.
Aqila ini punya temen atau bahkan dibilang temen deket banget karna dari kelas 10 emang selalu main bareng. Sebut aja namanya Gina, Kina, Fani, Rima, dan Yuli. Mereka berenam ini kemana mana selalu bersama. Mau ke kantin selalu berenam, kalo ada tugas kelompok mereka selalu berenam. Aqila ini terkenal atau bahkan emang sifat dia yang polos atau bahkan kelewat polos dan kelewat baik. Alhasil aqila ini selalu dimanfaatin sama temen temennya disekolahnya. Ada 1 orang temen qila sebut saja namanya Timay. Timay ini bilang sama si qila bahwa dia itu jadi orang jangan baik baik banget soalnya  nanti bakalan dimanfaatin sama orang lain. Nah si aqila ini sebenernya nyadar kalo posisi dia sekarang ini emang selalu dimanfaatin sama orang. Tapi disisi lain, si qila ini juga bingung. Kalo misalkan dia ga 'iya' in permintaan temennya dikelas ini maka qila bakalan dicap jahat atau bahkan pelit. Dan posisi dia ini emang beneran ngebingungin. Nah masuk kelas 11 sekarang. Kelasnya berubah dan orang orangnya pun berubah. Aqila ini akhirnya sadar bahwa temen temennya ini telah berubah terutama temen deketnya dia ini yang berlima, mereka beneran berubah 180 derajat. Mereka berlima ini akhornya masuk didalem geng gitu dan geng ini itu geng yang gimana ya termasuk orang orang yang GAUL, KAYA DAN EKSIS. Dan disini mereka ber 5 tuh temen temennya si aqila mulai lupain si aqila. Tapi mereka ber 5 tuh kalo lagi butuh aqila, aqila respon kalo diantara mereka ber 5"lagi ada yang sedih aqila hibur. Tapi dilain sisi kalo si aqila ini lagi butuh temen curhat atau mereka ber 5 ini satupun gaada yang ngerespon. Dan diposisi inilah si aqila saar kalo dia itu telah dibodohin sama temen deketnya sendiri. Atau bahkan sekarang aqila ini udah gapercaya lagi sama yang mamanya TEMAN. Coba deh kalian bayangin jadi aqila temen temennya dia yang dulunya baik sama aqila eh setelah dapet temen baru yang gaul,eksis dan kaya akhirnya si aqila ini dilupain. Pasti sedih kan jadi aqila???


Nahhh itulah yang gue rasain sekarang HAHAHAHA. Ya pokoknya bagi kalian yang emanh baru jadi anak SMA/SMK berhati hatilah dalam memilih teman. Karena teman ini kadang hanya baik diawal terus setelah nanti ada orang yang lebih baik dari kalian maka kalian bakalan dilupain sama temen kalian. YA PADA INTINTA HATI-HATI DALAM MEMILIH TEMAN. MENDING MILIH TEMAN YANG BIASA AJA DARIPADA MEMILIH TEMAN YANG ORANG EKSIS DAN KAYA ITU.





maaf kalo postingan ini agak gajelas ataun bahkan emang gajelas yaa cuma pengen ngeluapin isi hati aja sih hahhaha. Sorry for typo yes!!

Cerpen: Sahabat

08 Oktober 2014

Hari ini adalah hari pertama aku menduduki bangku kelas IX. Aku mencari namaku di mading sekolah, agar mengetahui kelas ku berada dimana. “Hmm.. mana sih namaku kok gaada ya? Eh ini namaku, Wika Widya Laureta, nah iya bener!” ternyata namaku tercantum dikelas IX-5. Aku senang karena aku satu kelas dengan sahabatku. Tapi aku juga merasa tidak nyaman setelah melihat daftar nama murid kelas IX-5, karena dari beberapa nama itu, setahu ku ada anak yang jutek, sombong, sok berkuasa dan bandel. Aku takut jika nanti aku masuk kelas, aku tidak bisa berbaur dengan anak-anak lainnya. Untung saja aku satu kelas dengan sahabatku.
Aku menyusuri koridor sekolah untuk mencari kelas IX-5 dengan sahabatku, Alifia. “Kira-kira kelas IX-5 masih sama kaya kelas yang dulu ga ya lif? Atau udah dipindahin kelasnya?” tanyaku. “setau gue sih udah dipindahin wik, jadi di samping koperasi kelasnya. Tapi gatau juga, itu setau gue loh ya.” Katanya. Setelah kita mencari, akhirnya sampai juga di tujuan kita yaitu kelas IX-5.
“kita duduk disini aja wik” ajak alifia, dan aku mengikutinya. Aku duduk sama alifia di pojok kanan paling depan, tepat didepannya meja guru. Aku berkenalan dengan 2 orang yang duduknya dibelakangku Haniza dan Afinsa.
Aku menyusuri setiap sudut kelas ini dan mengamati teman-teman sekelasku. Aku merasa takut tidak bisa sedekat seperti berteman dengan teman kelas VIII ku waktu dulu. Aku melihat bangku paling belakang, disana terlihat ada 6 orang yang sedang mengobrol dan tertawa bersama, sepertinya mereka sudah kenal dekat sekali. Ditempat duduk tengah aku melihat 8 orang yang sedang bermain truth or dare. Dibangku pojok dekat pintu juga terlihat 4 orang yang sedang asyik bercerita sepertinya. Aku juga melihat Afinsa dan Haniza yang sedang asyik mengobrol dengan 2 orang yang duduk dibelakangnya.
“lif, liat deh, yang duduk dibarisan belakang, mereka dulunya semuanya kelas VIII-2, terus yang duduk ditengah mereka dulunya kelas VIII-4, yang duduk dibarisan dekat pintu mereka dulunya kelas VIII-1. Duh, gue takut gabisa berbaur nih , mereka anak eksis semua rata-rata, takutnya mereka semua sombong dan gamau main dan berteman dengan kita.”
“udah jangan berfikir kaya gitu wik, siapa tau aslinya mereka asik, baik dan gasombong. Kita pasti bisa kok berbaur sama mereka. Buktinya kita udah dapet 2 teman baru, Afinsa dan Haniza kan?”
“iya gue takut aja. Soalnya Cuma kita berdua doang yang dari kelas VIII-7 dulunya. Semoga kita bisa berbaur deh sama mereka.”
Setelah sekian lama kami berada dikelas dengan kesibukan masing-masing, terlihat seorang guru memasuki kelas. “Assalamualaikum anak-anak”, “Walaikumsalam ibu” sahut kami bersamaan. “perkenalkan nama ibu, Widiati, ibu biasa dipanggil ibu Widi, kalian bisa memanggil Ibu dengan sebutan itu. Ibu disini menjadi wali kelas kalian sekaligus menjadi guru bahasa inggris kalian. Semoga kalian senang ya diajar oleh Ibu.” Ucap bu Widi memperkenalkan diri. Kemudian kami satu persatu memperkenalkan diri di depan kelas dan berbincang-bincang denagn ibu Widi. Akhirnya bel istirahat berbunyi, aku dan Alifia kekantin bersama.
Tidak terasa setelah sekian lama aku dan Alifia mengobrol dikantin sambil  makan bekal yang kami bawa, bel masuk pun berbunyi. Aku dan Alifia pun menuju kelas. “teman-teman sekarang waktunya kita membuat struktur organisasi kelas yuk, mumpung belum ada guru yang mengajar nih.” Ucap Mahdi. Akhirnya kami menyetujuinya. “nah sekarang yang mau mencalonkan diri sebagai pengurus kelas, silahkan maju kedepan.” Sambungnya. Akupun maju kedepan kelas untuk mencalonkan diri sebagai pengurus kelas. Setelah diangket, ternyata aku dipilih sebagai bendahara kelas ini.
Keesokan harinya, aku sudah mulai aktif sebagai bendahara dikelas ini, aku mulai menagih uang kas dan dari sini aku bisa akrab dengan murid-murid lainnya. Ternyata tidak seperti yang aku fikirkan sebelumnya, mereka semua ternyata teman-teman yang baik dan asik. Hanya karena wajahnya saja yang terkesan jutek dan sombong, ternyata dugaanku salah.
Hari demi hari aku mulai mempunyai sahabat baru dikelas, orang-orang yang awalnya aku anggap sebagai anak yang jutel, sombong, sok berkuasa dan bandel ternyata mereka semua solid, asik, baik, penghibur dan tidak sombong.
Seiring berjalannya waktu kami lalui sebagai kelas IX, akhirnya ujian praktek pun tiba.  Aku merasa waktu terlalu cepat, karena tidak terasa sebentar lagi kita akan berpisah.
Setelah kami menjalankan ujian praktek, akhirnya kami sampai dipuncaknya yaitu Ujian Nasional. Aku merasa takut sekali berpisah dengan sahabat-sahabatku. “teman-teman kita berdoa bersama-sama yuk , supaya kita diberi kesuksesan dan kelancaran saat ujian nanti, dan supaya hasil ujian nanti kita bisa memuaskan.” Ajak ketua kelas kami, Indra. Setelah berdoa bersama guru pengawas memasuki ruangan. Dan ujian pun dimulai.
Ujian nasional pun sudah kami lewati, sekarang hanya tinggal menunggu waktu pengumuman nem saja. Aku dan 12 orang sahabatku pergi berlibur bersama ke Dufan. Disini kami bersenang-senang dan tertawa bersama untuk melepas penat seusai ujian. Mungkin ini adalah hari terakhir kami berlibur bersama, karena kami tahu pasti tidak mungkin satu sekolah lagi. Ya walaupun kami bisa kumpul setelah lulus nanti, tapi aku yakin pasti tidak bisa selengkap seperti sekarang ini.
Aku dan sahabatku menikmati wahana-wahana yang ada disini. Kami berfoto bersama sambil tertawa, sesekali kami bercanda sampai kami pun menjadi pusat perhatian orang-orang karena terlalu heboh. Tidak terasa hari mulai gelap, ternyata sekarang sudah pukul 05.00 sore . kami pun memutuskan untuk makan dan pulang.
“Alif, ayo buruan ih, kebiasaan banget deh lama banget sih dandannya.”
“ih, sebentar lagi, tinggal rapihin kerudung doang nih. Liat deh udah rapi belum?”
“udah, udah cantik kok . Let’s go to school, hari ini pengumuman nih gue udah  gasabar.”
Setelah sampai disekolah, aku melihat anak-anak yang sudah memenuhi mading sekolah. Aku juga melihat sahabat-sahabatku disana yang sedang sibuk mencari namanya disana. “Alhamdulillah gue lulus! Dan nemnya memuaskan! Yey!” teriak Haniza dengan bangganya dan langsung memeluk kami. “aduh mana sih namaku?” kataku gelisah. “ini nama lu wik, cie lulus cie nemnya juga bagus” goda Rohman. “alhamdulillah berati bisa masuk sekolah Prisma Jaya dong?yess!” ucapku girang sambil lompat-lompat lalu memeluk sahabatku.
“kita berpisah deh, kalian jangan sombong ya semuanya. Selalu inget wika ya. Makasih udah mau jadi sahabat gue, gue bangga punya sahabat kaya kalian. Padahal dulu aku berfikir gue ga bisa berteman sama kalian dan berfikir kalau kalian jutek, sombong, sok berkuasa dan bandel. Tapi dugaanku salah. I proud you, My bestfriend!”
Kami semua berpelukan dan menangis                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 -selesai-                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Cerpen by Wika Widya Laureta



Video Stop Motion 17th Birthday Emir Mahira Salim

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS