-->

Video Paskibra

02 Oktober 2012


Itu adalah video paskibra SMPN 222 JAKARTA waktu lomba di SMA UNGGULAN THAMRIN. Kita mendapatkan juara harapan 1 di lomba itu

Kukko meninggalkan Jam



Kukko Meninggalkan Jam

            Dirumah Mira ada jam kukko di dinding. Setiap jam, burung Kukko akan keluar dari balik pintu kecil. Ia akan berbunyi sekali pada jam satu. Berbunyi dua kali pada jam dua, dan seterusnya. Seisi rumah Mira bergantung pada burung Kukko itu. Setiap pagi ayah Mira selalu menunggu sampai Kukko berbunyi delapan kali. Barulah ia keluar rumah untuk menuju ke kantornya.
            Mira dan keluarganya sangat menyukai Kukko. Mereka sama sekali tidak tahu, kalau burung Kukko itu suatu pagi marah marah.
 “Apa gunanya aku?” keluhnya. “Aku terjebak di dalam jam tua bodoh ini. Aku pernah melihat burung - burung yang bersenang – senang di taman. Menyedihkan sekali aku sendirian disini.”
Kukko semakin sering mengeluh. Setiap kali ia berteriak, “Kukkooo....” ia akan membanting pintu dengan kasar. “Ini cukup!” serunya marah.
Suatu hari Kukko melihat salju di halaman.  Salju yang sangat tebal.
“ Indah sekali benda putih itu, “ pikirnya. “ Pasti asyik kalau aku bisa melompat masuk ke dalam benda itu…”
Pada saat itu, pegas burung Kukko rusak dan ia terlempar keluar dari jam. Melewati jendela yang terbuka.
“Akhirnya aku bisa  terbang,” katanya gembira ketika melayang di udara terbuka, dan mendarat di salju.
Kukko sangat kaget. Ternyata salju tidak seperti yang ia bayangkan.
“Astaga, ini dingin dan basah. Aku tidak bisa loncat keluar masuk ke dalam salju. Dingin sekali!”
Ketika ia melihat sekeliling, tampak seekor burung robin terbang mendarat ke dekatnya.
“ Hei, ada burung aneh.” Teriak burung robin
“Pergi!” usir burung hitam. Makanan di sini buat kami saja tidak cukup! Kami tidak mau berbagi dengan kamu!”
Semua burung mengusir Kukko. Kukko sangat sedih dan menangis. Ia tidak bias terbang, karena ia tidak punya sayap. Tanpa jam, ia tidak bisa bergerak sama sekali. Perlahan – lahan Kukko tenggelam semakin dalam di salju. Semua burung terbang dan meninggalkannya. Ia sangat kesepian dan sedih.
Esok paginya ayah Mira terlambat ke kantor. Tidak ada Kukko di dalam jam untuk mengingatkannya. Mira sangat kehilangan Kukko. Ia merasa  rumah sangat sepi tanpa  burung kecil itu.
Ketika Mira akan bermain di halaman, ia lewat di depan jendela rumahnya. Tiba – tiba ia melihat sesuatu di salju. Burung Kukko kecilnya! Mira segera membawa Kukko ke ayahnya. Ayah Mira segera memasang pegas baru di tubuh Kukko dan memasukkanya kembali ke dalam jam.
Kukko sangat gembira dapat kembali ke jamnya. Ia merasa hangat, nyaman, dan bangga karena tahu banyak yang merasa kehilangan dia. Ia tak ingin lagi bertualang ke dunia luar.                     

Syair Perahu

27 September 2012



Syair perahu

Inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah,
membetuli jalan tempat berpindah,
di sanalah i’tikat diperbetuli sudah



Wahai muda kenali dirimu,
ialah perahu tamsil tubuhmu,
tiadalah berapa lama hidupmu,
ke akhirat jua kekal diammu.


Hai muda arif-budiman,
hasilkan kemudi dengan pedoman,
alat perahumu jua kerjakan,
itulah jalan membetuli insan.


Perteguh jua alat perahumu,
hasilkan bekal air dan kayu,
dayung pengayuh taruh di situ,
supaya laju perahumu itu


Sudahlah hasil kayu dan ayar,
angkatlah pula sauh dan layar,
pada beras bekal jantanlah taksir,
niscaya sempurna jalan yang kabir.


Perteguh jua alat perahumu,
muaranya sempit tempatmu lalu,
banyaklah di sana ikan dan hiu,
menanti perahumu lalu dari situ.


Muaranya dalam, ikanpun banyak,
di sanalah perahu karam dan rusak,
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak.


Ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang
ikanpun banyak datang menyarang

hendak membawa ke tengah sawang.

Muaranya itu terlalu sempit,
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit,
sempurnalah jalan terlalu ba’id.


Baiklah perahu engkau perteguh,
hasilkan pendapat dengan tali sauh,
anginnya keras ombaknya cabuh,
pulaunya jauh tempat berlabuh.


Lengkapkan pendarat dan tali sauh,
derasmu banyak bertemu musuh,
selebu rencam ombaknya cabuh,
La ilaha illallahu akan tali yang teguh.


Barang siapa bergantung di situ,
teduhlah selebu yang rencam itu
pedoman betuli perahumu laju,
selamat engkau ke pulau itu.


La ilaha illallahu jua yang engkau ikut,
di laut keras dan topan ribut,
hiu dan paus di belakang menurut,
pertetaplah kemudi jangan terkejut.


Laut Silan terlalu dalam,
di sanalah perahu rusak dan karam,
sungguhpun banyak di sana menyelam,
larang mendapat permata nilam.


Laut Silan wahid al kahhar,
riaknya rencam ombaknya besar,
anginnya songsongan membelok sengkar
perbaik kemudi jangan berkisar.


Itulah laut yang maha indah,
ke sanalah kita semuanya berpindah,
hasilkan bekal kayu dan juadah
selamatlah engkau sempurna musyahadah.


Silan itu ombaknya kisah,
banyaklah akan ke sana berpindah,
topan dan ribut terlalu ‘azamah,
perbetuli pedoman jangan berubah.


Laut Kulzum terlalu dalam,
ombaknya muhit pada sekalian alam
banyaklah di sana rusak dan karam,
perbaiki na’am, siang dan malam.


Ingati sungguh siang dan malam,
lautnya deras bertambah dalam,
anginpun keras, ombaknya rencam,
ingati perahu jangan tenggelam.


Jikalau engkau ingati sungguh,
angin yang keras menjadi teduh
tambahan selalu tetap yang cabuh
selamat engkau ke pulau itu berlabuh.


Sampailah ahad dengan masanya,
datanglah angin dengan paksanya,
belajar perahu sidang budimannya,
berlayar itu dengan kelengkapannya.


Wujud Allah nama perahunya,
ilmu Allah akan [dayungnya]
iman Allah nama kemudinya,
“yakin akan Allah” nama pawangnya.


“Taharat dan istinja’” nama lantainya,
“kufur dan masiat” air ruangnya,
tawakkul akan Allah jurubatunya
tauhid itu akan sauhnya.


Salat akan nabi tali bubutannya,
istigfar Allah akan layarnya,
“Allahu Akbar” nama anginnya,
subhan Allah akan lajunya.


“Wallahu a’lam” nama rantaunya,
“iradat Allah” nama bandarnya,
“kudrat Allah” nama labuhannya,
“surga jannat an naim nama negerinya.


Karangan ini suatu madah,
mengarangkan syair tempat berpindah,
di dalam dunia janganlah tam’ah,
di dalam kubur berkhalwat sudah.


Kenali dirimu di dalam kubur,
badan seorang hanya tersungkur
dengan siapa lawan bertutur?
di balik papan badan terhancur.


Di dalam dunia banyaklah mamang,
ke akhirat jua tempatmu pulang,
janganlah disusahi emas dan uang,
itulah membawa badan terbuang.


Tuntuti ilmu jangan kepalang,
di dalam kubur terbaring seorang,
Munkar wa Nakir ke sana datang,
menanyakan jikalau ada engkau sembahyang.


Tongkatnya lekat tiada terhisab,
badanmu remuk siksa dan azab,
akalmu itu hilang dan lenyap,
(baris ini tidak terbaca)


Munkar wa Nakir bukan kepalang,
suaranya merdu bertambah garang,
tongkatnya besar terlalu panjang,
cabuknya banyak tiada terbilang.


Kenali dirimu, hai anak dagang!
di balik papan tidur telentang,
kelam dan dingin bukan kepalang,
dengan siapa lawan berbincang?


La ilaha illallahu itulah firman,
Tuhan itulah pergantungan alam sekalian,
iman tersurat pada hati insap,
siang dan malam jangan dilalaikan.


La ilaha illallahu itu terlalu nyata,
tauhid ma’rifat semata-mata,
memandang yang gaib semuanya rata,
lenyapkan ke sana sekalian kita.


La ilaha illallahu itu janganlah kaupermudah-mudah,
sekalian makhluk ke sana berpindah,
da’im dan ka’im jangan berubah,
khalak di sana dengan La ilaha illallahu.


La ilaha illallahu itu jangan kaulalaikan,
siang dan malam jangan kau sunyikan,
selama hidup juga engkau pakaikan,
Allah dan rasul juga yang menyampaikan.


La ilaha illallahu itu kata yang teguh,
memadamkan cahaya sekalian rusuh,
jin dan syaitan sekalian musuh,
hendak membawa dia bersungguh-sungguh.


La ilaha illallahu itu kesudahan kata,
tauhid ma’rifat semata-mata.
hapuskan hendak sekalian perkara,
hamba dan Tuhan tiada berbeda.


La ilaha illallahu itu tempat mengintai,
medan yang kadim tempat berdamai,
wujud Allah terlalu bitai,
siang dan malam jangan bercerai.


La ilaha illallahu itu tempat musyahadah,
menyatakan tauhid jangan berubah,
sempurnalah jalan iman yang mudah,
pertemuan Tuhan terlalu susah.


Menginstal Minat Baca Siswa


  1. Budaya membaca dan penguasaan         
            Abad ke 21 merupakan abad informasi yang di tandai dengan pesatnya perkembangan dan teknologi informasi,dapat dikatakan bahwa informasi sudah menjadi bagian yang tidak terpisah kan dari kehidupan sehari-hari,Apa pun yang terjadi di suatu belahan dunia,akan segera menyebar informasinya ke belahan dunia lain melalui berbagai salauran informasi yang ada.
Sejalan dengan konteks tersebut,maka membaca merupakan ketrampilan dasar yang harus dikuasai oleh siapapun,bahkan menjadi salah satu ukuran HUMAN DEVELOPMENT index(indeks pembangunan manusia),yang salah satu ukuran nya adalah angka merek huruf.
Implikasi dari upaya meningkatkan angka melek huruf  yang selanjutnya berdampak pada penguasaan ilmu pengetahuan adalah upaya memasyarakatkan budaya membaca pada seluruh lapisan masyarakat. Membaca sebagai suatu budaya mengindikasikan sebagai suatu kehidupan sehari-hari.

Procedure text

26 September 2012

  • Aim/goal : How to make a fried rice
  • Materials:
         -  a plate of rice
         -  oil
         -  frying pan
         -  soy sauce
         -  an egg
         -  1 spoonful pepper
         -  2 spoonful salt
  • Steps. 
      1.Break the egg in the bowl then put  the 1 spoonful of salt and stir until evenly.
         2.Pour the oil into a frying pan
         3.After the hot oil put the egg mixture and salt and then put 1 plate of rice.
         4.Stir until evenly.
         5.After that add 1 spoonful pepper, 1 spoonful  salt and soy sauce to taste and then stir until evenly.
         6.Remove the fried rice that has been cooked the plate
         7. Turn off the stove
         8.The fried rice is ready to serve

Sinopsis Film Rumah Tanpa jendela

Rara (Dwi Tasya) gadis kecil berusia 8 tahun, sangat ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung tinggal di Menteng Pulo, Jakarta

Si Mbok (Ingrid Widjanarko), neneknya Rara - yang sakit-sakitan dan ayahnya, Raga (Rafi Ahmad) yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja. Rara juga punya Bude, Asih (Yuni Shara)

Bersama teman-temannya sesama anak pemulung, sebelum ngamen atau ngojek payung jika hari sedang hujan, Rara sekolah di tempat sederhana khusus untuk anak jalanan. Bu Alya (Varissa Camelia) satu-satunya pengajar sukarelawan disitu yang membimbing dan membina anak-anak pemulung tersebut

Di tempat lain, di perumahan mewah kota Jakarta – adalah Aldo (Emir Mahira) anak lelaki berusia 11 tahun yang sedikit terbelakang, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ia anak bungsu dari pengusaha sukses, Pak Syahri (Aswin Fabanyo) dan Nyonya Ratna (Alicia Djohar). Kehadiran Nek Aisyah (Atie Kanser) – Ibu Pak Syahri menjadi penghiburan untuk Aldo. Nek Aisyah sangat menyayanginya

Suatu hari, Aldo berkenalan dengan Rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet mobil Aldo. Sejak itu mereka menjadi akrab

Perkampungan kumuh tempat Rara tinggal terjadi kebakaran sementara di rumah Aldo semua panik karena karena Aldo minggat dari rumah, kecewa dengan sikap kakaknya yang terang-terangan mengatakan merasa malu memiliki adik seperti dirinya

SENSASI REMAJA DI MASA PUBER

                 Memasuki gerbang remaja umumnya baik remaja putra maupun putri ia merasa bahwa dirinya sudah besar. Pokoknya di zaman-zaman sekarang ini banyak sekali remaja puta ataupun putri susah sekali diatur oleh orang tuanya. Didalam keadaan stess ini akan membuat remaja menjadi malas, suka melamun, kerjanya hanya makan sedangkan ia sangat malas untuk berusaha. Masa pubertas sebenarnya dimulai pada usia kurang lebih 14 tahun. Namun anak gadis lebih cepat daripada anak laki-laki. Pubertas itu merupakan fase dimana nilai hidup baru mulai dicobakan oleh anak. pada usia puber ini mulai muncul sifat-sifat khas wanita dan laki-laki, yaitu sifat pasif menerima pada wanita dan sifat aktif berbuat pada laki-laki. 


A. Kecenderungan Untuk Meniru 

                  Inilah yang paling banyak dialami oleh anak yang memasuki masa pubertas. Kecenderungan untuk meniru ini tidak bisa lepas dari bagian pencarian jati dirinya. Perilaku ABG (Anak Baru Gede) ini bila tidak ada filternya dapat mengundang berbagai kerawanan sosial dan kejahatan, apakah dalam bentuk free-sex, pemerkosaan, atau kejahatan-kejahatan yang lainnya. 


B. Kecenderungan Mencari Perhatian

                   Anak pada masa pubertas disamping kesukaannya untuk meniru hal-hal yang baru, mereka juga terkadang bertingkah laku over-acting di depan umum guna untuk mencari perhatian. bahkan kadang-kadang banyak orang yang berpakaian bermodel aneh.

C. Kecenderungan Mulai Tertarik Pada Lawan Jenisnya

                 Diantara ciri khusus anak yang sudah menginjak masa pubertas adalah mulai tertarik pada lawan jenisnya. Tumbuhnya rasa cinta kasih adalah fitrah bagi manusia yang diciptakan oleh ALLAH, agar kehidupan manusia itu tersa lebih tentram dan bahagia.


D. Emosinya Mulai Meletup

                  Bersamaan dengan itu emosinya mudah meletup, hal ini dikarenakan keseimbangan jiwanya masih labil. karena itu, mereka lebih mengutamakan emosinya terlebih dahulu daripada penalarannya dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS