-->

RELATIONSHIP GOAL

Edisi curhat

hai! udah lama diriku gabuka blog bahkan hampir lupa nama blognya apa wkwk
gue Anita Hidayanti, siswi SMKN 51 Jakarta jurusan Administrasi Perkantoran yang sebenernya agak terpaksa ya masuk sini tuntutan orang tua. Ya sebenernya sih gue dari awal pengennya masuk  SMA tapi gadirestuin sama ortu ya alhasil masuk SMK. Gue sekarang udah kelas 12 dan ya bentar lagi bakalan lulus dan menghadapi sebegitu banyaknya ujian yang mesti gue hadapi. Gue gatau nanti pas lulus mesti lanjutin  kemana, mau kuliah atau kerja gue masih bingung atau mungkin nikah? itu gamungkin sih sebenernya. Yaa gue udah 17 tahun udah punya KTP dan tidak mempunyai SIM dikarenakan tidak bisa naik motor dan tidak bisa bawa mobil juga sih sebenernya. Walaupun udah 17 tahun ada yang bilang muka gue masih kaya anak kecil bahkan ada yang bilang kalo gue baligh karena muka gue sifat bahkan suara masih kaya anak kecil, parah emang.

Dan ya sekarang gue udah banyak pengalaman tentang pertemanan dan percintaannya sedikit sih sebenrnya. Pertemenan jaman sekarang haduh di SMA SMK sekarang sebenernya banyak temen yang bukan temen gitu loh. Ada yang emang ada disaat kita butuh dan ada juga yang ngilang gitu aja pas kita butuh. Sedih sih sebenernya ya. Dan gue dulu juga punya temen bahkan temen deket ya pas 10 bahkan pulang bareng kalo main selalu bareng-bareng. Awal kls 11 kita masih deket walaupun sedikit-sedikit mulai renggang karna emang udh beda kelas ya. Dan emang bener-bener renggang pas mereka semua masuk kesalah satu geng hitz gitu deh. Ya disitu gue mulai menjauh juga dari mereka semua gitu dan alhasil waktu gue kls 11 gue cuma deket sama 1 orang. Jujur gue emang paling susah ya buat berbaur sama orang baru jadi agak lama buat bisa ngobrol akrab gitu sama orang.

Pas ada suatu event gitu disekolah mungkin mereka semua itu nyadar kali ya kali gue ngejauh dari mereka semua karna mereka semua itu tiba-tiba ngechat gue semua dan bilang kalo gue itu menjauh jadi gadeket lagi sama mereka semua. Ya mau gimana lagi kan gue gabisa masuk dan berbaur sama gengnya mereka itu dan ya alhasil gue menjauh lah.

Percintaan gue yaa buruk sih sering ditikung digantungin juga pernah diphpin juga pernah padahal pacaran baru sekali dan ya sampe sekarang sih alhamdulillah. Semenjak itu emosi gue suka gabisa dikontrol dan gue mulai paham akan sifat cowo ya yang hanya berjuang diawal setelah sudah dapat dianggurin gitu aja. Gue juga tau ya gimana rasanya pacaran itu kaya gimana sakitnya juga tau senengnya juga tau hahaha. Ya walaupun percintaan gue buruk tapi seenggaknya gue juga punya pengalaman yang lumayan bagus ya walupun ga 100% bagus sih hahaha.

Dan ya udahan lah gue harap gaada baca loh ini karena ini sangat amat tidak penting sama sekali hahaha.

Oke salam hangat dari AnitaHidayanti,17th :)

Sejarah Perkembangan Tari di Indonesia

20 Februari 2015

1. Tari Zaman Prasejarah / Zaman Primitif

Zaman primitif adalah zaman prasejarah yaitu zaman sebelum munculnya kerajaan sehingga belum mempunyai pemimpin secara formal. Zaman primitif ini berkisar anatara tahun 20.000 SM – 400 M.

Pada zaman masyarakat primitive ada 2 zaman yaitu zaman batu dan zaman logam. Pada zaman batu kemungkinan tari – tarian hanya diiringi dengan sorak – sorai serta tepukan tangan. Sedangkan pada zaman logam sudah terdapat peninggalan instrument music yang ada sangkut pautnya dengan tari yaitu nekara atau kendang yang dibuat perunggu.

Diantara lukisan – lukisan yang menghias nekara itu ada lukisan yang menggambarkan penari yang pada kepalanya dihias bulu – bulu burung dan daun – daunan. 

Seni muncul dari ungkapan perasaan ekspresi manusia atas suatu suasana tertentu. lonjakan kegembiraan seseorang saat memperoleh kesenangan akan membentuk gerakan ekspresif , lompatan manusia purba ketika berburu binatang juga terjadi secara spontan. Gerakan - gerakan inilah yang kemudian mengkristal dan disusun dalam bentuk tarian. dari berbagai peristiwa sehari - hari kemudian terlahir bentuk - bentuk rangkaian gerak yang diwujudkan dalam bentuk upacra ritual masyarakat purba.

Dengan diiringi pukulan - pukulan genderang dan sejenisnya, kelompok masyarakat purba bergerak - gerak mengelilingi api unggun yang menyala sambil melantunkan mantra - mantra dan nyanyian - nyanyian persembahan bagi nenek moyang mereka. inilah cikal bakal tumbuhnya tari. 

Tari primitif merupakan tari yang berkembang di daerah yang menganut kepercayaan animisme, dan dinamisme. Tari ini lebih menekankan tari yang memuja roh para leluhur dan estetika seni. Tari primitif biasanya merupakan wujud kehendak berupa pernyataan maksud dilaksanakan dan permohonan tarian tersebut dilaksanakan. 

Ciri tari pada zaman primitif adalah kesederhanaan kostum, gerak dan iringan menjadi lebih dominan bertujuan untuk kehendak tertentu sehungga ungkapan ekspresi yang dilakukan berhubungan dengan permintaan yang diinginkan. ciri – ciri tari primitif antara lain :

1. gerak dan iringan sangat sederhana berupa hentakan kaki, tepukan tangan / simbol suara / gerak – gerak saja yang dilakukan
2. gerakan dilakukan untuk tujuan tertentu misalnya menirukan gerak binatang karena berburu, proses inisiasi, kelahiran, perkawinan, panen.
3. instrumen sangat sederhana terdiri dari tifa, kendang, / intrumen yang hanya dipukul secara tetap bahkan tanpa memperhatikan dinamika
4. tata rias sederhana bahkan bisa berakulturasi dengan alam sekitar.
5. tari bersifat sakral karena untuk upacara keagamaan.
6. tarian primitif tumbuh dan berkembang pada masyarakat sejak zaman prasejarah yaitu zaman sebelum munculnya kerajaan sehingga belum mempunyai pemimpin secara formal. Kehidupan masyarakat masih bergerombol, berpindah – pindah dan bercocok tanam.
7. tarian primitif dasar geraknya adalah maksud dan kehendak hati dan pernyataan kolektif.
8. atribut pakaian menggunakan bulu – buluan dan daun – daunan
9. formasi pada tarian primitif biasanya berbentuk lingkaran karena menggambar kekuatan.
10. tarian ini berkembang pada masyarakat yang menganutpola tradisi primitif / purba dimana berhubungan dengan pemujaan nenk moyang dan penyembahan leluhur. Contoh tari primitif tari bailita dan tari dayang modan.

2. Tari Zaman Feodal / Penjajahan ( 400 M – 1945)

Zaman feodal / zaman penjajahan berkisar antara tahun 400 M – 1945. Jenis Tari zaman feodal ini ditandai dengan bermunculan para pakar tari yang memberikan macam – macam definisi. Tokoh – tokoh tersebut antara lain curt sach, soedarsono, corry hamstrong, la mery dan lain sebagainya.

Pada zaman ini tari memiliki berbagai fungsi antara lain tari upacara, tari hiburan, tari pertunjukan. Tari yang berfungsi sebagai upacara ritual dan yang berfungsi sebagai hiburan pribadi sebagian tidak tercakup karena tari ritual pada umumnya lebih mementingkan tujuan dari pada bentuk penyajiannya, sedangkan tari hiburan lebih mementingkan keikutsertaan penari dalam tari itu dari pada kenikmatan untuk menontonnya.

Pada zaman feodal ini tari di Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan yang datang dari luar khususnya India. Selanjutnya muncul Islam melalui kerajaan – kerajaan di Indonesia saat itu, serta pengaruh perluasan wilayah bangsa barat yang kemudian membawa situasi tari di Indonesia lebih modern.

Perkembangan tari zaman feodal dianggap baik karena pengaruh agama hindu, seni tari merupakan bagian yang penting dalam upacara keagamaan yang salah satu buktinya yaitu terdapat gambar atau relief candi yang menggambarkan para penari sedang menari diiringi beberapa instrumen musik.

Pada zaman Indonesia Hindu lahir tari istana sebagai seni yang memiliki nilai artistik yang tinggi antara lain golek, gambyong. Dengan masuknya pengaruh budaya hindu lahirb wayang wong, sapta bedaya, wayang topeng, sri kepi, klana topeng dan lain sebagainya.

Zaman feodal juga banyak dipengaruhi oleh pengaruh agama Islam. Pengaruh agama Islam yang membawa seni tari lebih berkembang karena digunakan sebagai media penyebaran agama Islam terutama di kerajaan Mataram, Kesultanan Cirebon dan Kerajaan Demak. Pada zaman ini juga muncul beberapa topeng antara lain panji kasatriyan, candra kirana, handoyo, raton, klano, denowo, tembem, pentul dan lain sebagainya.

Setelah zaman invasi (perluasan wilayah) bangsa Barat, seni tari lebih berkembang hal ini terbukti dengan banyaknya tari yang diciptakan oleh penata tari dan bangsawan antara lain tari bedhaya, Srimpi, beksan, wireng, dan drama tari (sendratari). Pada zaman feodal / penjajahan juga banyak muncul tari yang bertemakan kepahlawanan / heroik antara lain tari pejuang, bandayuda, prawiroguna, keprajuritan dan lain sebagainya.

3. Tari Zaman Modern ( zaman setelah indonesia merdekan sampai sekarang)

Jenis tari zaman modern ini ditandai dengan munculnya koreografer – koreografer individu yang menciptakan karya – karya baru, lebih sebagai ekspresi diri dari pada ekspresi komunal. Gagasan koreografer individual sebagai sebuah aspek penting dari dampak kebudayaan barat. Tokoh – tokoh tari modern antara lain isadora Duncan, Martha Graham, doris Humphrey, Mary Wigman dan lain sebagainya.

Tokoh tari modern dari Indonesia salah satunya adalah Sardono W Kusumodan Sal Murgiyanto. Karya tari yang muncul pada zaman modern ini antara lain Dongeng dari Dirah, Meta Ekologi, Hutan yang Merintih. Di Indonesia pada masa setelah merdeka juga muncul tari yang bernuansa tradisional garapan baru yaitu tari Karno Tanding, Tari Retno Ngayuda, Tari Retno Tinanding, Tari Menak Koncar dan lain sebagainya


TEMAN APA TEMAN?

16 Oktober 2014

Cari temen yang emang bener-bener temen zaman sekarang mah susah. Rata-rata temen zaman sekarang pada gitu. Gaada yang asik.

Temen zaman sekarang itu:
1. Ada disaat gadibutuhin
2. Giliran lagi dibutuhin pada kelaut semua


Anak jaman sekarang juga berteman berdasarkan kekayaan dan pergaulan. Padahal lebih enakan temenan sama orang yang biasa-biasa aja dan ga GAUL.

Remaja jaman sekarang hampir semuanya lupa sama temen lama. Apalagi kalo punya temen baru yang kaya dan gaul pasti bakalan bener-bener lupa sama temen lamanya.

Gue pengen cerita sedikit disini.
Aqila ini punya temen atau bahkan dibilang temen deket banget karna dari kelas 10 emang selalu main bareng. Sebut aja namanya Gina, Kina, Fani, Rima, dan Yuli. Mereka berenam ini kemana mana selalu bersama. Mau ke kantin selalu berenam, kalo ada tugas kelompok mereka selalu berenam. Aqila ini terkenal atau bahkan emang sifat dia yang polos atau bahkan kelewat polos dan kelewat baik. Alhasil aqila ini selalu dimanfaatin sama temen temennya disekolahnya. Ada 1 orang temen qila sebut saja namanya Timay. Timay ini bilang sama si qila bahwa dia itu jadi orang jangan baik baik banget soalnya  nanti bakalan dimanfaatin sama orang lain. Nah si aqila ini sebenernya nyadar kalo posisi dia sekarang ini emang selalu dimanfaatin sama orang. Tapi disisi lain, si qila ini juga bingung. Kalo misalkan dia ga 'iya' in permintaan temennya dikelas ini maka qila bakalan dicap jahat atau bahkan pelit. Dan posisi dia ini emang beneran ngebingungin. Nah masuk kelas 11 sekarang. Kelasnya berubah dan orang orangnya pun berubah. Aqila ini akhirnya sadar bahwa temen temennya ini telah berubah terutama temen deketnya dia ini yang berlima, mereka beneran berubah 180 derajat. Mereka berlima ini akhornya masuk didalem geng gitu dan geng ini itu geng yang gimana ya termasuk orang orang yang GAUL, KAYA DAN EKSIS. Dan disini mereka ber 5 tuh temen temennya si aqila mulai lupain si aqila. Tapi mereka ber 5 tuh kalo lagi butuh aqila, aqila respon kalo diantara mereka ber 5"lagi ada yang sedih aqila hibur. Tapi dilain sisi kalo si aqila ini lagi butuh temen curhat atau mereka ber 5 ini satupun gaada yang ngerespon. Dan diposisi inilah si aqila saar kalo dia itu telah dibodohin sama temen deketnya sendiri. Atau bahkan sekarang aqila ini udah gapercaya lagi sama yang mamanya TEMAN. Coba deh kalian bayangin jadi aqila temen temennya dia yang dulunya baik sama aqila eh setelah dapet temen baru yang gaul,eksis dan kaya akhirnya si aqila ini dilupain. Pasti sedih kan jadi aqila???


Nahhh itulah yang gue rasain sekarang HAHAHAHA. Ya pokoknya bagi kalian yang emanh baru jadi anak SMA/SMK berhati hatilah dalam memilih teman. Karena teman ini kadang hanya baik diawal terus setelah nanti ada orang yang lebih baik dari kalian maka kalian bakalan dilupain sama temen kalian. YA PADA INTINTA HATI-HATI DALAM MEMILIH TEMAN. MENDING MILIH TEMAN YANG BIASA AJA DARIPADA MEMILIH TEMAN YANG ORANG EKSIS DAN KAYA ITU.





maaf kalo postingan ini agak gajelas ataun bahkan emang gajelas yaa cuma pengen ngeluapin isi hati aja sih hahhaha. Sorry for typo yes!!

Cerpen: Sahabat

08 Oktober 2014

Hari ini adalah hari pertama aku menduduki bangku kelas IX. Aku mencari namaku di mading sekolah, agar mengetahui kelas ku berada dimana. “Hmm.. mana sih namaku kok gaada ya? Eh ini namaku, Wika Widya Laureta, nah iya bener!” ternyata namaku tercantum dikelas IX-5. Aku senang karena aku satu kelas dengan sahabatku. Tapi aku juga merasa tidak nyaman setelah melihat daftar nama murid kelas IX-5, karena dari beberapa nama itu, setahu ku ada anak yang jutek, sombong, sok berkuasa dan bandel. Aku takut jika nanti aku masuk kelas, aku tidak bisa berbaur dengan anak-anak lainnya. Untung saja aku satu kelas dengan sahabatku.
Aku menyusuri koridor sekolah untuk mencari kelas IX-5 dengan sahabatku, Alifia. “Kira-kira kelas IX-5 masih sama kaya kelas yang dulu ga ya lif? Atau udah dipindahin kelasnya?” tanyaku. “setau gue sih udah dipindahin wik, jadi di samping koperasi kelasnya. Tapi gatau juga, itu setau gue loh ya.” Katanya. Setelah kita mencari, akhirnya sampai juga di tujuan kita yaitu kelas IX-5.
“kita duduk disini aja wik” ajak alifia, dan aku mengikutinya. Aku duduk sama alifia di pojok kanan paling depan, tepat didepannya meja guru. Aku berkenalan dengan 2 orang yang duduknya dibelakangku Haniza dan Afinsa.
Aku menyusuri setiap sudut kelas ini dan mengamati teman-teman sekelasku. Aku merasa takut tidak bisa sedekat seperti berteman dengan teman kelas VIII ku waktu dulu. Aku melihat bangku paling belakang, disana terlihat ada 6 orang yang sedang mengobrol dan tertawa bersama, sepertinya mereka sudah kenal dekat sekali. Ditempat duduk tengah aku melihat 8 orang yang sedang bermain truth or dare. Dibangku pojok dekat pintu juga terlihat 4 orang yang sedang asyik bercerita sepertinya. Aku juga melihat Afinsa dan Haniza yang sedang asyik mengobrol dengan 2 orang yang duduk dibelakangnya.
“lif, liat deh, yang duduk dibarisan belakang, mereka dulunya semuanya kelas VIII-2, terus yang duduk ditengah mereka dulunya kelas VIII-4, yang duduk dibarisan dekat pintu mereka dulunya kelas VIII-1. Duh, gue takut gabisa berbaur nih , mereka anak eksis semua rata-rata, takutnya mereka semua sombong dan gamau main dan berteman dengan kita.”
“udah jangan berfikir kaya gitu wik, siapa tau aslinya mereka asik, baik dan gasombong. Kita pasti bisa kok berbaur sama mereka. Buktinya kita udah dapet 2 teman baru, Afinsa dan Haniza kan?”
“iya gue takut aja. Soalnya Cuma kita berdua doang yang dari kelas VIII-7 dulunya. Semoga kita bisa berbaur deh sama mereka.”
Setelah sekian lama kami berada dikelas dengan kesibukan masing-masing, terlihat seorang guru memasuki kelas. “Assalamualaikum anak-anak”, “Walaikumsalam ibu” sahut kami bersamaan. “perkenalkan nama ibu, Widiati, ibu biasa dipanggil ibu Widi, kalian bisa memanggil Ibu dengan sebutan itu. Ibu disini menjadi wali kelas kalian sekaligus menjadi guru bahasa inggris kalian. Semoga kalian senang ya diajar oleh Ibu.” Ucap bu Widi memperkenalkan diri. Kemudian kami satu persatu memperkenalkan diri di depan kelas dan berbincang-bincang denagn ibu Widi. Akhirnya bel istirahat berbunyi, aku dan Alifia kekantin bersama.
Tidak terasa setelah sekian lama aku dan Alifia mengobrol dikantin sambil  makan bekal yang kami bawa, bel masuk pun berbunyi. Aku dan Alifia pun menuju kelas. “teman-teman sekarang waktunya kita membuat struktur organisasi kelas yuk, mumpung belum ada guru yang mengajar nih.” Ucap Mahdi. Akhirnya kami menyetujuinya. “nah sekarang yang mau mencalonkan diri sebagai pengurus kelas, silahkan maju kedepan.” Sambungnya. Akupun maju kedepan kelas untuk mencalonkan diri sebagai pengurus kelas. Setelah diangket, ternyata aku dipilih sebagai bendahara kelas ini.
Keesokan harinya, aku sudah mulai aktif sebagai bendahara dikelas ini, aku mulai menagih uang kas dan dari sini aku bisa akrab dengan murid-murid lainnya. Ternyata tidak seperti yang aku fikirkan sebelumnya, mereka semua ternyata teman-teman yang baik dan asik. Hanya karena wajahnya saja yang terkesan jutek dan sombong, ternyata dugaanku salah.
Hari demi hari aku mulai mempunyai sahabat baru dikelas, orang-orang yang awalnya aku anggap sebagai anak yang jutel, sombong, sok berkuasa dan bandel ternyata mereka semua solid, asik, baik, penghibur dan tidak sombong.
Seiring berjalannya waktu kami lalui sebagai kelas IX, akhirnya ujian praktek pun tiba.  Aku merasa waktu terlalu cepat, karena tidak terasa sebentar lagi kita akan berpisah.
Setelah kami menjalankan ujian praktek, akhirnya kami sampai dipuncaknya yaitu Ujian Nasional. Aku merasa takut sekali berpisah dengan sahabat-sahabatku. “teman-teman kita berdoa bersama-sama yuk , supaya kita diberi kesuksesan dan kelancaran saat ujian nanti, dan supaya hasil ujian nanti kita bisa memuaskan.” Ajak ketua kelas kami, Indra. Setelah berdoa bersama guru pengawas memasuki ruangan. Dan ujian pun dimulai.
Ujian nasional pun sudah kami lewati, sekarang hanya tinggal menunggu waktu pengumuman nem saja. Aku dan 12 orang sahabatku pergi berlibur bersama ke Dufan. Disini kami bersenang-senang dan tertawa bersama untuk melepas penat seusai ujian. Mungkin ini adalah hari terakhir kami berlibur bersama, karena kami tahu pasti tidak mungkin satu sekolah lagi. Ya walaupun kami bisa kumpul setelah lulus nanti, tapi aku yakin pasti tidak bisa selengkap seperti sekarang ini.
Aku dan sahabatku menikmati wahana-wahana yang ada disini. Kami berfoto bersama sambil tertawa, sesekali kami bercanda sampai kami pun menjadi pusat perhatian orang-orang karena terlalu heboh. Tidak terasa hari mulai gelap, ternyata sekarang sudah pukul 05.00 sore . kami pun memutuskan untuk makan dan pulang.
“Alif, ayo buruan ih, kebiasaan banget deh lama banget sih dandannya.”
“ih, sebentar lagi, tinggal rapihin kerudung doang nih. Liat deh udah rapi belum?”
“udah, udah cantik kok . Let’s go to school, hari ini pengumuman nih gue udah  gasabar.”
Setelah sampai disekolah, aku melihat anak-anak yang sudah memenuhi mading sekolah. Aku juga melihat sahabat-sahabatku disana yang sedang sibuk mencari namanya disana. “Alhamdulillah gue lulus! Dan nemnya memuaskan! Yey!” teriak Haniza dengan bangganya dan langsung memeluk kami. “aduh mana sih namaku?” kataku gelisah. “ini nama lu wik, cie lulus cie nemnya juga bagus” goda Rohman. “alhamdulillah berati bisa masuk sekolah Prisma Jaya dong?yess!” ucapku girang sambil lompat-lompat lalu memeluk sahabatku.
“kita berpisah deh, kalian jangan sombong ya semuanya. Selalu inget wika ya. Makasih udah mau jadi sahabat gue, gue bangga punya sahabat kaya kalian. Padahal dulu aku berfikir gue ga bisa berteman sama kalian dan berfikir kalau kalian jutek, sombong, sok berkuasa dan bandel. Tapi dugaanku salah. I proud you, My bestfriend!”
Kami semua berpelukan dan menangis                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 -selesai-                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Cerpen by Wika Widya Laureta



Video Stop Motion 17th Birthday Emir Mahira Salim

Cerpen: Makna Dari Sebuah Persahabatan

06 September 2014




                Tepat diujung sekolah sebuah taman yang ditumbuhi oleh bunga-bunga indah, aku dan sahabat-sahabatku, sebut saja “COTIX” kita bernyanyi bersama, bersenda gurau, menikmati hari-hari kita dengan penuh canda dan tawa. Aku bahagia sekali memiliki sahabat seperti mereka. Mereka adalah keluarga keduaku. Kini, kami telah duduk di kelas 3 SMP. 2 tahun sudah kita lewati hari-hari bersama, hingga kini tiba waktunya kita harus mempersiapkan diri untuk meraih cita-cita kita yaitu lulus dengan  nilai tinggi dengan hasil sendiri. Hari demi hari kita lewati, Ujian Nasional pun sudah menanti. Aku selalu mengharapkan yang terbaik untuk kita semua. Ada salah satu sahabatku yang bernama Arinda, ya dia memang pintar, kita pun meminta kepada Arin untuk mengajarkan kita. Penambahan materi disekolah pun semakin padat atau pun semakin sibuk dengan tumpukan soal-soal tahun lalu yang diberikan oleh guruku, sehingga tak ada waktu untuk bermain.
                Waktu yang menegangkan pun tiba. Ujian nasional akan segera dilaksanakab. Pagi yang cerah tetapi terasa kelabu oleh para pelajar yang ingin melaksanakan ujian. Sebelum lonceng  masuk berbunyi, aku dan sahabat-sahabatku berkumpul bersama disalah satu kelas yang berada disekolahku. Kami semua bedoa dan mengharapkan kemudahan dari Allah untuk mengerjakan soal ujian nanti dengan lancar. Lonceng pun berbunyi dan pertanda bahwa ujian nasional akan segera dimulai. Usai sudah usahaku pada hari ini, dan akupun kembali menyiapkan persiapan untuk hari selanjutnya. Waktu pun terus berjalan dan berjalan hingga akhirnya selesai sudah usahaku dan akupun siap untuk menunggu hasil dari usahaku selama ini.
                Hari-hari yang ditunggu-tunggu tiba yaitu hari penentuan kelulusan. Sekolahku mengadakan acara pentas seni di sekolah. Semua siswa kelas 9 diwajibkan mengenakan pakaian adat seperti kebayadan untuk putra dapat mengenakan jas atau baju adat lainnya. Pada hari itu, semua tampak cantik dan tampan, tetapi terlihat ada rauk wajah kepanikan disetiap orang. Berbagai acara ditampilkan disana, mulai dari pembacaan puisi, bernyanyi, sampai menaripun ada. Ada beberapa dari  sahabatku  ikut mengisi acara, tampil dengan suaranya yang indah dan kelancarannya dalam bermusik.
                Detik-detik yang ditunggu pun tiba dimana akan diumumkan tentang kelulusan. ada 10 nilai terbesar. Pada saat kepala sekolah berkata “SMPN 259 LULUS 100%” dengan rasa bangga akupun menangis. Kita semua menangis gembira. Aku tak ragu langsung memeluk sahabat-sahabatku dengan penuh rasa bangga. 4 orang dari kami mendapat penghargaan untuk 10 nilai terbesar. Aku dan cotix merayakan kemenangan ini bersama-sama. Kami habiskan waktu libur bersama.
                Tak terasa liburanpun berlalu, sekarang waktunya aku mendaftar disekolah baru, begitu pula halnya dengan teman-temanku. Akupun sudah menduduki bangku SMK. Tak terasa waktu pun semakin cepat. Kesibukan membuat aku dan sahabat-sahabatku tidak bisa meluangkan waktu bersama. Hari demi hari aku lewati. Kami berkumpul bersama kurang lebih 1 minggu 2 kali, ya tidak sesering dulu. Tetapi waktu yang padat tidak menjadi alasanku untuk jauh dari mereka. Salah satu dari kami, yakni bernama Iin. Ia mengalami sakit sudah cukup lama. Awalnya dia terkena types, tetapi sering berjalannya waktu ia tak kunjung sembuh hingga akhirnya ia terkena DBD. Iin dirawat di RS. Polri. Kami pun selalu berusaha untuk meluangkan waktu dengan datang menjengut Iin. Terdengar bahwa penyakit yang dideritanya semakin parah. Iin pun dipindahkan ke RS. Mitra Keluarga Cibubur. Aku sangat sedih. Iin adalah sahabatku dari SD hingga sebesar ini. Aku selalu berharap yang terbaik. Akupun menyempatkan waktu untuk berbuka puasa di rumah sakit tempat Iin dirawat. Aku bingung, ucapannya semakin lama semakin aneh. “Bel sakit bel, enggak kuat” ucapnya. Mulutnya yang sulit dibuka membuat ia tidak bisa makan, Ia selalu berkata “Bel kangen Mamah, kangen kumpul sama kalian.” Kebetulan, mamahnya sudah meninggal.
                Tepat tanggal 13 Juli, aku mendapat kabar bahwa Iin masuk ruang ICU. Aku dan cotix pun pergi ke rumah sakit untuk melihat Iin. Mulut yang penuh dengan alat, badan yang pucat, tak sadarkan diri, berbaring lemah dengan selang yang penuh darah. Kami tiba pukul 10 pagi dan ternyata boleh menjenguknya pukul 17.00 WIB. Kami pun menunggu hingga kami dapat melihat, walaupun hanya 5 menit dan tidak semua dapat melihat. Aku masuk ruang ICU. Tak sadar air mataku jatuh melihat keadaan Iin. Keesokan harinya pukul 05.00 ada orang datang kerumah ku. Ia berkata “Maaf ini rumahnya Bella? Saya mau kabarin kalau Iin sudah tidak ada” akupun hanya diam. Aku tak menyangka bisa secepat ini. Aku ambil handphone dan ternyata BBM ku sudah penuh dengan kabar Iin. Aku langsung menangis tak henti. Aku pun tak ragu mengajak cotix untuk pergi melihat Iin untuk yang terakhir kalinya.
                Setibanya di kediaman Iin, aku tak kuat menahan air mata. Begitu sakit ketika harus kehilangan sahabat untuk terakhir kalinya. Jenazah pun dimandikan, dan siap untuk dikafankan. Tak henti aku dan sahabatku menangis, masih tidak dapat dipercaya kalau dia harus pergi secepat ini. Liang lahat pun sudah dipersiapkan,tidak kuat rasanya. Ketika semua sudah pulang dan pemakaman sudah selesai. Aku dan cotix bergantian meletakkan bunga terakhir dan mencium batu nisannya. Masih tidak menyangka akan seperti ini. Ketika kita melihat ke makam Ibunya Iin, ternyata tanggal yang sama yaitu 14 Juli. Sebuah keunikan, dan mungkin anugerah untuk Iin. 14 bunga dari 14 sahabat, ditanggal 14 dan ditahun 2014.
                Semenjak kejadian tanggal 14 tersebut, kita menjadi mengerti apa itu sahabat. Kita jadi lebih bisa menghargai waktu-waktu yang ada ketika bersama. Karena sahabat bukan hanya disaat kita “ada” melainkan juga ada dikala kita sudah tak bisa “apa-apa”

-selesai-

Cerpen by Bella Zulkarnain
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS